STP Akan Lahirkan Usaha Pemula Berbasis Teknologi
Kamis, 13 Juli 2017 | 15:49 WIB
Jakarta- Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) menyatakan Science Techno Park (STP) akan melahirkan usaha pemula berbasis teknologi. Diharapkan hingga akhir tahun 2019 akan ada 22 STP.
"Kemristekdikti menjadi koordinator pembangunan STP yang melibatkan berbagai kementerian dan lembaga," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Kelembagaan Iptek dan Pendidikan Tinggi Kemristekdikti Patdono Suwignjo katanya di sela-sela seminar internasional bertema How Science and Techno Parks Propel Innovation: Swiss and Indonesian Experience di Jakarta, Kamis (13/7).
Dia mengatakan, selain menghasilkan pengusaha pemula berbasis teknologi, STP juga bisa meningkatkan pertumbuhan perekonomian daerah. "Kita gunakan segala strategi dan usaha untuk menyukseskan pembangunan STP," kata dia.
Sebagai gambaran, dari 60 STP, Kemristekdikti diberi tanggungjawab mengembangkan 9 STP. Salah satunya STP kopi dan kakao di Jember, Jawa Timur.
Untuk mewujudkan hal itu, sejumlah strategi dilakukan antara lain berkolaborasi dengan negara-negara yang sudah memiliki track record dalam pembangunan STP seperti Swedia, Jerman, Swiss dan Taiwan.
Sementara kolaborasi dengan Swiss untuk menggali kisah sukses negara tersebut membangun dan mengoperasikan STP. "Negara lain butuh 28-35 tahun untuk membangun STP. Karena STP itu sesuatu yang besar," ucapnya.
Dalam kerja sama dengan Swiss akan dilakukan pemagangan calon pengelola STP untuk menambah keterampilan, transfer teknologi dan berbagi kiat sukses mengelola dan menarik industri masuk ke STP.
Perwakilan dari negara Swiss yang juga Head of International Relations Swiss State Secretariat for Education, Research and Innovation Mauro Moruzzi mengungkapkan, keterhubungan antara dunia akademi dengan ekonomi sangat penting untuk meningkatkan ekonomi.
Di Swiss kata dia, private sector bekerja sama dengan universitas dimana kampus dan lembaga riset memberikan hasil temuannya kepada industri. "Indonesia memperlihatkan pertumbuhan dan potensial untuk pengembangan riset dan inovasi," katanya.
Dalam kesempatan itu, Swiss memberikan pengalaman dan kunci sukses dalam menciptakan inovasi yang kompetitif.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




