Pengukur Konsumsi Air Dipasang di Setiap Rumah di Inggris
Kamis, 26 April 2012 | 13:33 WIB
Alat ini bisa menginformasikan jumlah penggunaan air dan penyelewengannya.
Jutaan rumah di Inggris kini memiliki alat yang bisa memberitahu perusahaan air dengan cepat jika ada rumah yang melanggar penggunaan pipa air, sebagai bagian dari rencana untuk mengatasi kondisi kekeringan.
Sejumlah perusahaan kini mengamati teknologi tersebut termasuk perusahan air terbesar di Inggris, Thames Water, sebagai bagian dari rencana untuk memasang meteran di sebagian besar rumah di Inggris sebelum 2015.
Alat pengukur ini mengirimkan pengamaan setiap jam dari pipa air di luar rumah melalui sebuah transmiter ponsel ke internet atau ke sebuah perangkat (gadget) di dapur sehingga baik konsumen dan perusahaan air bisa mengamati penggunaan air.
Teknologi baru ini sudah diterapkan cukup luas di Amerika Serikat untuk membantu konsumen menemukan adanya kebocoran dan memotong penggunaan air yang tersia-sia.
Teknologi ini juga digunakan untuk mengidentifikan rumah yang melanggar peraturan dengan secepatnya memperlihatkan di mana terjadinya penggunaan air yang lebih besar untuk menyiram halaman atau mengisi kolam sementara hal itu dilarang.
Thames Water, tengah mencoba penggunaan pengatur air ini di Reading dan London. Mereka berharap untuk bisa memasang meteran digital ini sebagai bagian dari program untuk memasang 85 ribu pengukur air di area mereka hingga 2015 nanti.
Pengukur air ini menelan biaya sekitar Rp3.500.000 untuk pemasangan yang dibayar oleh konsumen dalam tagihan air mereka. Setelah itu, alat ini menelan biaya sekitar Rp140.000 per tahun untuk pengecekan, meski biaya ini akan dikurangi oleh penggunaan pengukur air ini karena konsumen tidak lagi perlu dikunjungi petugas karena informasi penggunaan langsung ditampilkan.
Jutaan rumah di Inggris kini memiliki alat yang bisa memberitahu perusahaan air dengan cepat jika ada rumah yang melanggar penggunaan pipa air, sebagai bagian dari rencana untuk mengatasi kondisi kekeringan.
Sejumlah perusahaan kini mengamati teknologi tersebut termasuk perusahan air terbesar di Inggris, Thames Water, sebagai bagian dari rencana untuk memasang meteran di sebagian besar rumah di Inggris sebelum 2015.
Alat pengukur ini mengirimkan pengamaan setiap jam dari pipa air di luar rumah melalui sebuah transmiter ponsel ke internet atau ke sebuah perangkat (gadget) di dapur sehingga baik konsumen dan perusahaan air bisa mengamati penggunaan air.
Teknologi baru ini sudah diterapkan cukup luas di Amerika Serikat untuk membantu konsumen menemukan adanya kebocoran dan memotong penggunaan air yang tersia-sia.
Teknologi ini juga digunakan untuk mengidentifikan rumah yang melanggar peraturan dengan secepatnya memperlihatkan di mana terjadinya penggunaan air yang lebih besar untuk menyiram halaman atau mengisi kolam sementara hal itu dilarang.
Thames Water, tengah mencoba penggunaan pengatur air ini di Reading dan London. Mereka berharap untuk bisa memasang meteran digital ini sebagai bagian dari program untuk memasang 85 ribu pengukur air di area mereka hingga 2015 nanti.
Pengukur air ini menelan biaya sekitar Rp3.500.000 untuk pemasangan yang dibayar oleh konsumen dalam tagihan air mereka. Setelah itu, alat ini menelan biaya sekitar Rp140.000 per tahun untuk pengecekan, meski biaya ini akan dikurangi oleh penggunaan pengukur air ini karena konsumen tidak lagi perlu dikunjungi petugas karena informasi penggunaan langsung ditampilkan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
HUKUM & HANKAM
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
INTERNASIONAL
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




