SMS Provokatif Resahkan Warga Gorontalo
Jumat, 27 April 2012 | 13:30 WIB
Warga Gorontalo hari ini dikejutkan oleh SMS atau layanan pesan singkat melalui telepon bernada provokasi.
Pasalnya, SMS meresahkan itu membuat warga berpikir ada insiden lagi pasca
pascapenyerangan aparat Brimob terhadap personel Kostrad, Minggu (22/4) dini hari.
Seorang prajurit Batalyon 221/Kostrad Gorontalo, Prada Firman Baso tewas tertembak di dadanya, sementara lima lainnya masih dirawat karena terluka.
Setidaknya keresahan ini melanda penduduk Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara.
Seperti yang diungkapkan Rikal Ahmad, warga Desa Monano Atas (Monas), Jumat, SMS bernada provokasi itu beredar lewat telepon seluler sejak Jumat (27/4) pagi.
Bunyi SMS yang beredar itu: "Info: dari anggota kepolisian D harapkan bagi warga yang masih berada di luar.. Diharapkan cepat masuk.. Soalnya Danyon 221 barusan nelfon kepada kapolres..Bahwa anggotanya semua lari membawa senjata lengkap menuju limboto_kota.!! Di harapkan bisa mengamankan diri sebelum kena peluru nyasar..".
"Hampir semua warga di desa ini menerima SMS bernada provokasi itu, menyebabkan warga ketakutan beraktivitas di luar rumah," ungkap Rikal.
Dia sendiri mengaku menerima SMS itu dari temannya di Limboto, dan sangat mengkhawatirkan kondisi keamanan di daerah itu.
Namun diakuinya, situasi keamanan di Kecamatan Anggrek sangat terjaga, meski warga masih khawatir berada di luar rumah pada malam hari.
Sementara itu, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Persiapan Gorontalo Utara, Sulaeman Mile, menegaskan, kondisi keamanan dan ketertiban di daerah itu aman terkendali.
Terkait pelayanan masyarakat di Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) di Kecamatan Kwandang, Anggrek, Sumalata, Tolinggula dan Atinggola, dikatakannya, hingga kini masih berlangsung normal.
"Hanya saja pelaksanaannya belum maksimal."
Sulaeman menambahkan, kepada personel kepolisian diizinkannya tidak menggunakan seragam, untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.
Masyarakat pun diimbau tidak terpengaruh dengan berbagai SMS gelap yang gencar beredar sejak Kamis (26/4), dan menimbulkan keresahan di setiap desa.
Pasalnya, SMS meresahkan itu membuat warga berpikir ada insiden lagi pasca
pascapenyerangan aparat Brimob terhadap personel Kostrad, Minggu (22/4) dini hari.
Seorang prajurit Batalyon 221/Kostrad Gorontalo, Prada Firman Baso tewas tertembak di dadanya, sementara lima lainnya masih dirawat karena terluka.
Setidaknya keresahan ini melanda penduduk Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara.
Seperti yang diungkapkan Rikal Ahmad, warga Desa Monano Atas (Monas), Jumat, SMS bernada provokasi itu beredar lewat telepon seluler sejak Jumat (27/4) pagi.
Bunyi SMS yang beredar itu: "Info: dari anggota kepolisian D harapkan bagi warga yang masih berada di luar.. Diharapkan cepat masuk.. Soalnya Danyon 221 barusan nelfon kepada kapolres..Bahwa anggotanya semua lari membawa senjata lengkap menuju limboto_kota.!! Di harapkan bisa mengamankan diri sebelum kena peluru nyasar..".
"Hampir semua warga di desa ini menerima SMS bernada provokasi itu, menyebabkan warga ketakutan beraktivitas di luar rumah," ungkap Rikal.
Dia sendiri mengaku menerima SMS itu dari temannya di Limboto, dan sangat mengkhawatirkan kondisi keamanan di daerah itu.
Namun diakuinya, situasi keamanan di Kecamatan Anggrek sangat terjaga, meski warga masih khawatir berada di luar rumah pada malam hari.
Sementara itu, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Persiapan Gorontalo Utara, Sulaeman Mile, menegaskan, kondisi keamanan dan ketertiban di daerah itu aman terkendali.
Terkait pelayanan masyarakat di Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) di Kecamatan Kwandang, Anggrek, Sumalata, Tolinggula dan Atinggola, dikatakannya, hingga kini masih berlangsung normal.
"Hanya saja pelaksanaannya belum maksimal."
Sulaeman menambahkan, kepada personel kepolisian diizinkannya tidak menggunakan seragam, untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.
Masyarakat pun diimbau tidak terpengaruh dengan berbagai SMS gelap yang gencar beredar sejak Kamis (26/4), dan menimbulkan keresahan di setiap desa.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
HUKUM & HANKAM
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




