75 Tahun VOA, Prinsip Jurnalistik Tak Berubah

Selasa, 31 Oktober 2017 | 00:25 WIB
HA
B
Penulis: Heru Andriyanto | Editor: B1
VOA Indonesian Service Chief Nadia Madjid (kiri) dan VOA Deputy Director Sandy Sugawara (tengah) dalam perayaan hari jadi VOA ke-75 di Solo, Jawa Tengah, 30 Oktober 2017.
VOA Indonesian Service Chief Nadia Madjid (kiri) dan VOA Deputy Director Sandy Sugawara (tengah) dalam perayaan hari jadi VOA ke-75 di Solo, Jawa Tengah, 30 Oktober 2017. (Beritasatu.com/Heru Andriyanto)

Solo - Voice of America (VOA) memasuki usia 75 tahun pada 2017 ini, dan dalam kurun waktu sejak pecahnya Perang Dunia II tersebut VOA tak berpaling dari prinsip dasar jurnalistik untuk selalu menyampaikan kebenaran, kata salah satu petinggi jaringan media Amerika Serikat itu, Senin (30/10) malam.

"Ini sudah menjadi fokus kami sejak 75 tahun yang lalu, bahwa berita bisa baik, berita bisa juga buruk, tetapi kami akan sealu memberitakan kebenaran," kata Deputy Director VOA Sandy Sugawara dalam pertemuan dengan para wartawan Indonesia di Solo, Jawa Tengah.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi sekarang ini, informasi bisa menyebar dengan sangat cepat, bahkan yang sifatnya berita bohong atau hoax.

"Itulah sebabnya jurnalisme yang berbasis fakta menjadi makin relevan sekarang ini," kata Sugawara.

"Ada yang mengatakan jurnalisme berdasarkan fakta saja tidak cukup, tetapi saya pribadi percaya bahwa kebenaran itu lebih kuat daripada pesan-pesan atau propaganda karena audiens bisa membedakan antara kebenaran dengan pesan."

Sugawara, yang sebelumnya bekerja untuk The Washington Post, mengatakan ada dua hal penting yang membuatnya bangga setelah bergabung dengan VOA.

"Apa yang membuat VOA istimewa? Pertama, wartawannya. Sejak bergabung dengan VOA 17 bulan yang lalu, saya sudah bertemu banyak sekali reporter VOA yang berani melaporkan dalam kondisi yang sangat sulit," kata Sugawara.

"Dalam menjalankan tugasnya mereka mendapat ancaman pembunuhan, dipukuli, dan bahkan dipenjara."

Belum lama ini, kata Sugawara, koresponden VOA asal Somalia tewas dalam serangan bom di Mogadishu. "Namun para wartawan VOA selalu menekankan pada saya bahwa mereka sangat peduli pada kebenaran," ujarnya.

"Kedua, misi VOA yang kemudian dibakukan menjadi undang-undang pada 1976."

Piagam VOA menyebutkan bahwa media tersebut akan selalu menjadi sumber berita yang akurat dan bisa diandalkan. "Kami menyampaikan informasi dari Amerika bukan dari satu sisi tertentu, namun secara keseluruhan," kata Sugawara.

Dari Papua sampai Aceh
Dalam acara tersebut VOA mengumpulkan sekitar 150 wartawan radio, televisi, dan online dari Papua sampai Aceh yang sebagian besar merupakan mitra VOA di Indonesia. Mereka mengikuti seminar selama tiga hari dengan tajuk Mempertahankan Kredibilitas Media di Era Digital.

"VOA memiliki 187 juta audiens per minggu dan 20% bersal dari Indonesia. Perkembangan terbesar terjadi di sini, di Indonesia," kata Nadia Madjid, Kepala Layanan VOA di Indonesia.

Menurutnya, saat ini VOA menjalin kemitraan dengan sekitar 400 radio, delapan TV nasional, dan puluhan televisi daerah dan media online.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon