Jelang Hari Pahlawan, Kowani dan Kemsos Gelar Doa Lintas Agama

Minggu, 5 November 2017 | 15:43 WIB
DM
FB
Penulis: Dina Manafe | Editor: FMB
Kowani dan Kemsos gelar doa lintas agama untuk pahlawan dan bangsa di area car free day, Jakarta, Minggu, 5 November 2017
Kowani dan Kemsos gelar doa lintas agama untuk pahlawan dan bangsa di area car free day, Jakarta, Minggu, 5 November 2017 (Suara Pembaruan/Dina Manafe)

Jakarta - Menjelang Hari Pahlawan yang jatuh pada Selasa, 10 November 2017 mendatang, Kementerian Sosial (Kemsos) bersama Kongres Wanita Indonesia (Kowani) menggelar kegiatan jalan sehat dan doa lintas agama untuk para pahlawan dan bangsa di area Car Free Day, Imam Bonjol, Jakarta, Minggu (5/11).

Kegiatan ini dibuka oleh Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa didampingi Ketua Umum Kowani Giwo Rubianto Wiyogo, dan dihadiri tokoh agama Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu, dan Konghucu, organisasi wanita, organisasi pemuda, keluarga pahlawan dan veteran, komunitas sepeda onthel dan masyarakat umum. Setelah doa lintas agama, mereka jalan sehat sepanjang Jalan Imam Bonjol, Bundaran Hotel Indonesia, dan Jalan Thamrin seraya membentangkan spanduk dan poster para pahlawan Indonesia.

Dalam sambutannya, Mensos mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mengingatkan anak bangsa bahwa Indonesia terdiri dari beragam suku, agama, budaya, dan adat. Semuanya diingatkan untuk bekerja bersama dan bersatu demi kemajuan bangsa. Diharapkan doa lintas agama semakin menguatkan upaya bersama seluruh elemen bangsa untuk mencapai kesuksesan.

"Sekali lagi saya mengajak generasi milenial, ayo kita bangun persatuan dan persaudaraan, bangun semangat heroisme untuk memberikan energi terbaik bagi bangsa kita. Kebhinekaan itu harus kita lihat sebagai akhirnya ika, dan harus diikat dengan Pancasila," kata Khofifah.

Khofifah juga menyampaikan pentingnya mengingat jasa pahlawan bangsa. Generasi muda perlu meneruskan perjuangan para pahlawan dengan cara mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif dan membangun. Sikap kepahlawan perlu ditularkan kepada generasi penerus bangsa.

Sementara itu, Giwo Rubianto Wiyogo, mengimbau semua pihak terutama generasi muda agar peringatan Hari Pahlawan tidak hanya seremonial tahunan, tapi dimaknai dan dilaksanakan sesuai kondisi kekinian.

"Memperingati Hari Pahlawan bukan sekedar pada upacara seremonial belaka tetapi lebih pada pemaknaan dan implementasi sifat-sifat kepahlawanannya untuk diteladani dan di laksanakan dalam kehidupan sehari-hari sesuai bidang tugas, profesi dan lingkungan masing-masing," kat Giwo.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon