Kemhub Siapkan Crane di Jalur KA yang Rawan

Kamis, 23 November 2017 | 11:47 WIB
B
WP
Penulis: BeritaSatu | Editor: WBP
Ilustrasi kereta api.
Ilustrasi kereta api. (BeritaSatu Photo/Danung Arifin)

Jakarta- Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemhub) menyiapkan sejumlah crane yang ditempatkan di jalur kereta api yang rawan, seperti Purwokerto di Jawa Tengah, serta beberapa wilayah di Jawa Timur dan Sumatera Selatan.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perkeretaapian Kemhub Zulfikri, dalam keterangan tertulis yang diterima Kamis (23/11) mengatakan, pihaknya telah menginstruksikan kepada Balai Teknik Perkeretaapian dan Balai Pengujian, di bawah koordinasi Direktorat Keselamatan Perkeretaapian, untuk secara langsung memantau dan berkoordinasi dengan Daop/Divre terkait, sehingga dapat dihindari kejadian yang tidak diinginkan.

Kementerian Perhubungan menyiagakan peralatan pertolongan berupa crane di lokasi tertentu dan peralatan lain yang disinergikan dengan peralatan milik PT KAI (Persero), di samping menyiagakan personel yang secara terjadwal memeriksa kondisi lapangan bersama Daop/Divre setempat.

Sementara perbaikan dan peningkatan prasarana terus dilakukan dengan mekanisme operasi dan perawatan (IMO) atau alternatif pendanaan lainnya. "Walaupun dengan segala keterbatasan yang ada, akan diusahakan dengan mengoptimalkan segala sumber daya yang dimiliki," ucapnya.

Dari hasil identifikasi di lapangan selama ini, Zulfikri menjelaskan, beberapa penyebab rel tertimbun longsor karena faktor eksternal seperti perubahan tata guna lahan serta perubahan peruntukan lahan. Selain itu, perubahan daerah persawahan, yang merupakan daerah resapan atau penampung air, menjadi peruntukan lain seperti pusat kegiatan dan pemukiman serta kegiatan galian di luar wilayah right of way (ROW). "Hal ini mengakibatkan air akan melimpah serta menggenangi badan jalan kereta," tuturnya.

Dia menilai, peran pemerintah daerah diharapkan bijak dalam mengeluarkan izin untuk perubahan fungsi lahan. "Utamanya mengenai dampak terhadap lingkungan, hal ini agar betul-betul dikaji dengan baik," ujarnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon