Kapolri Ingin Jajarannya Laporkan Potensi Kerawanan Jelang Pilkada
Kamis, 11 Januari 2018 | 17:06 WIB
Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian memerintahkan jajarannya mulai polda hingga polres untuk membuat laporan ke Mabes Polri guna menjelaskan potensi rawan konflik menghadapi Pilkada 2018.
"Jadi sangat rawan, rawan, dan kurang rawan. Kurang rawan misal (yang maju) hanya satu paslon, otomatis sudah kuranglah. Kerawanan konflik di sana relatif kecil sekali," kata Tito di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (11/1).
Tito mengatakan, laporan potensi itu diharapkan selesai paling lambat minggu ini. Sehingga pada Senin, Mabes Polri sudah bisa memulai rencana operasi yang lebih akurat. "Meski rencana operasi sudah ada, tapi lebih akurat oleh polda dan polres yang buat peta kerawanan masing-masing wilayahnya berkaitan dengan pilkada. Mereka harus kirimkan ke Mabes dan Mabes yang akan buat tabel," tambahnya.
Dengan update itu Mabes akan berkonsentrasi pengamanan dan untuk mendinginkan suasana. Polri melakukan langkah proaktif sekaligus antisipasi pengerahan kekuatan pasukan
"Polri, TNI, dan Linmas akan mengamankan. Kemudian kekuatan di daerah yang kita anggap kurang rawan kita gunakan kekuatannya, selain untuk pengamanan daerah itu sendiri, tapi juga back up untuk daerah yang rawan," lanjutnya.
Pasukan pengamanan juga akan disiagakan di Polda dan Polres yang akan didata kembali disesuaikan dengan tingkat kerawanan setelah pendaftaran berakhir tanggal 10 kemarin.
"Juga penting kegiatan proaktif untuk mengaktifkan cooling system, pendinginan, yaitu tokoh masyarakat dan tokoh agama yang peduli, untuk pilkada damai, nah ini juga harus bersuara. Mereka berkampanye mendinginkan suasana," lanjutnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




