Kapolri Temui Mendagri Bahas Pilkada Serentak 2018

Senin, 15 Januari 2018 | 11:15 WIB
CP
WP
Penulis: Carlos KY Paath | Editor: WBP
Ilustrasi Pilkada
Ilustrasi Pilkada (Beritasatu.com)

Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menerima kedatangan Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri), Jakarta, Senin (15/1). Pertemuan membahas Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) Serentak 2018.

"Pilkada ini kita perlu koordinasi dengan Mendagri. Diskusi mengenai potensi kerawanan, karena paslon (pasangan calon kepala daerah) ini kan sudah didaftarkan," kata Tito kepada wartawan seusai pertemuan.

Diketahui, pendaftaran paslon telah ditutup pada 10 Januari 2018. Dengan berakhirnya masa pendaftaran, Tito menyatakan, polisi dapat melihat potensi kerawanan pilkada di antaranya latar belakang partai pendukung. "Kedua dari latar belakang paslon, apakah mungkin isu-isu sensitif akan keluar," ujarnya.

Ditambahkannya, apabila isu-isu provokatif negatif tidak masif, maka dinamika pilkada berlangsung kondusif. "Tapi tentunya kita harus melihat potensi-potensi, riak-riak yang bisa muncul karena isu sensitif," imbuhnya.

Dia mengungkapkan, hampir sebagian besar partai politik (parpol) baik pendukung pemerintah dan di luar pemerintah saling berkoalisi. Dari segi keamanan, hal tersebut menguntungkan kepolisian. "Kalau terjadi aliansi, maka mereka bersinergi. Daerah itu aman. Tapi kalau seandainya berbeda, partai oposisi calon sendiri, partai propemerintah calon sendiri, itu perlu waspada," ungkapnya.

Bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dia akan berkeliling di seluruh Indonesia menjelang pilkada. Kunjungan dimulai dari Kalimantan Timur. "Saya dan Panglima akan memberikan arahan pada jajaran untuk bersikap netral. Kita lihat rencana operasi akan seperti apa," tutur mantan Kapolda Papua ini.

Rawan
Menurut Tito, terdapat daerah rawan gangguan keamanan selama pilkada. Misalnya di Kalimantan Barat dan Papua. Sebab, di wilayah itu hanya terdapat dua paslon yang saling bersaing (head to head). "Tempat yang ada head to head dan di situ partai pendukung melawan partai oposisi, itu masuk daerah yang menjadi atensi," katanya.

Ditambahkan, daerah yang muncul paslon tunggal relatif aman. "Kekuatan keamanan juga akan secukupnya, sehingga kekuatan yang dari sana akan kita geser ke tempat yang rawan isu sensitif," tambahnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon