Diduga Gelapkan Dana Partai, OSO Dipolisikan
Senin, 22 Januari 2018 | 19:23 WIB
Jakarta - Ketua Umum Partai Hanura kubu 'Manhattan' Oesman Sapta Odang alias OSO dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri oleh Wakil Ketua DPP Partai Hanura kubu 'Ambhara' Sudewo.
Dalam laporannya, Sudewo mengatakan OSO diduga kerap meminta mahar politik kepada para keder dan menggelapkan dana partai sebesar lebih dari Rp200 miliar yang masuk langsung ke rekening pribadinya.
"Kami akan melaporkan Pak Oesman Sapta yang saat itu sebagai ketua umum DPP Partai Hanura menyalahgunakan kekuasaan sebagai ketua umum untuk kepentingan pribadi. Pak Oesman Sapta menarik uang dari pihak sana sini, termasuk uang dari calon calon kepala daerah yang dimasukkan kepada rekening pribadinya yaitu OSO Securities," ujar Sudewo di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Senin (22/1).
Menurut Sudewo, selain dari calon kepala daerah, Oso juga kerap menarik dana dari sumber lain seperti dari iuran kader Hanura untuk dimasukkan dalam Oso Securities. Bahkan untuk masalah mahar, Oso sudah mengakuinya melalui beberapa media online.
"Itu sudah diakui langsung oleh Pak Oesman Sapta melalui media online, bahwa memang Pak Oesman Sapta sebagai ketua umum saat itu menarik mahar, dan juga memasukkan uang tersebut ke Oso Securities," terangnya.
Sudewo juga menjelaskan, hal itulah yang membuat DPP Hanura kubu 'Ambhara' memecat Ketua DPD RI itu sebagai Ketua Umum. Menurutnya, dalam waktu dekat ini pihaknya juga berencana akan memecat Oso dari keanggotaan Hanura.
"Jadi apa yang dilakukan Pak Oesman Sapta itu jangan sampai berimplikasi, jangan sampai Partai Hanura terseret dalam kasus hukum. Persoalan proses hukum yang akan berjalan di OJK maupun di Mabes Polri, nanti kami serahkan sepenuhnya kepada pengacara kami Pak Adi Warman," paparnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




