Fahri: Yang Inginkan Saya Lengser di DPR itu DPP PKS, Bukan Fraksi
Selasa, 30 Januari 2018 | 17:35 WIB
Jakarta - Wakil Ketua DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Fahri Hamzah, menyatakan bahwa yang menginginkan dirinya lengser dari jabatannya di pimpinan DPR RI adalah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS, bukan fraksi PKS.
Hal itu disampaikannya setelah ada surat kepada pimpinan DPR yang meminta agar Fahri diganti. Surat itupun sudah dibahas di leval pimpinan DPR. Namun hasil rapat menyatakan bahwa Fahri tetap menjadi wakil ketua DPR hingga pengadilan membuat keputusan final atas konflik keduanya. "Ya jawabannya tidak mungkin berubah. Tunggu saja sebentar, siapa tahu PKS menang di kasasi. Kalau PKS menang di kasasi, lain ceritanya kan," kata Fahri Hamzah, di Jakarta, Selasa (30/1).
Fahri Hamzah dan DPP PKS tengah berseteru di pengadilan. Dalam dua keputusan di pengadilan negeri dan pengadilan tinggi, Fahri menang. Inti putusannya, bahwa keputusan DPP PKS memecat Fahri dari keanggotaan partai tak sah. Atas dasar itu, Fahri tetap menjabat di pimpinan DPR RI.
Fahri menjelaskan, fraksi PKS bukan pihak yang ingin mengganti dirinya, walaupun yang mengirim surat adalah pimpinan fraksi. Fraksi tegas dia, hanya sekedar meneruskan surat dari DPP PKS. "Yang minta (penggantian saya) itu DPP PKS," imbuhnya.
Apabila pada akhirnya kasasi Mahkamah Agung memenangkan DPP PKS, Fahri mengaku akan menerima putusan hukum itu dan tidak ngotot soal jabatan. Adapun alasan dia menggugat DPP PKS soal keputusan memecat dirinya, dilakukan demi menegakkan hukum. "PKS juga harus belajar bagaimana menghormati keputusan hukum lah. Nanti saya juga akan menghormati keputusan hukum," kata Fahri Hamzah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




