Karolin-Gidot Berkomitmen Bangun Kebudayaan di Kalbar

Kamis, 12 April 2018 | 21:03 WIB
YP
AO
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: AO
Karolin Margret Natasa dan Suryadman Gidot.
Karolin Margret Natasa dan Suryadman Gidot. (Antara)

Pontianak - Calon gubernur Kalimantan Barat nomor urut dua, Karolin Margret Natasa mengatakan dirinya berkomitmen untuk terus melestarikan budaya yang ada di Indonesia, khususnya di Kalimanan Barat. "Ini merupakan komitmen kami ketika dipercayakan masyarakat menjadi pemimpin Kalbar ke depan, yakni menjadikan budaya sebagai salah satu kekuatan dalam membangun daerah," kata Karolin di Pontianak, Kalbar, Kamis (12/4).

Komitmen tersebut juga disampaikannya seusai menerima penghargaan gelar Kanjeng Mas Tumenggung dr Karolin Margret Natasa Ningtyas dari Karaton Surakarta, Solo, Rabu (11/4) malam. "Salah satu poin penilaian dari penghargaan tersebut, saya dinilai telah ikut melestarikan budaya yang ada di Landak dengan menganggarkan pembangunan untuk makam Raja Ismahayana Landak, yang selama ini belum pernah dibangun," tutur dia.

Hal itu juga yang telah membuktikan bahwa sebagai wanita dari Suku Dayak, Karolin tetap berkomitmen untuk ikut melestarikan budaya dari suku lainnya yang ada di Landak. "Jadi, sebagai kepala daerah, kita tidak boleh berpihak pada satu suku atau golongan saja. Jelas, kita harus bisa merangkul semua, apalagi kaitannya dengan budaya," ujarnya.

Menurut dia, Kalimantan Barat memiliki aset budaya yang luar biasa besar, di mana provinsi itu dihuni oleh berbagai suku dan agama, yang tentunya memiliki aset kebudayaan yang berpotensi untuk terus dilestarikan dan dikembangkan. "Bisa dikatakan bahwa Kalbar adalah salah satu provinsi yang pluralisme, namun kita bisa hidup berdampingan. Ini tentu menjadi keunikan tersendiri dan menjadi aset besar yang harus dikembangkan," ujar anggota DPR dua periode itu.

Karolin menambahkan, sebagai warga negara Indonesia, dirinya wajib melestarikan budaya-budaya negara sendiri agar tidak luntur atau hilang, seperti aneka tarian, makanan khas, dan baju daerah. "Budaya yang kita punya dapat mencerminkan kepribadian bangsa kita, Indonesia. Walaupun Indonesia memiliki berbagai macam suku dan adat, tetapi tetap saja itu semua merupakan satu bagian dari kebudayaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia," tutur dia.

Dikatakan, pengelolaan kekayaan budaya merupakan cara agar budaya itu bisa dipahami, dilindungi, dan dilestarikan agar dapat memperkokoh ketahanan budaya bangsa. "Hal ini terkait dengan citra, harkat, dan martabat bangsa. Ketika pengelolaan kekayaan budaya dikelola dengan baik, maka akan muncul suatu keterjaminan, kelestarian, dan kekokohan akan budaya bangsa ," kata dia.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon