Elektabilitas Melejit, Ara: Jokowi Fokus Bekerja
Kamis, 19 April 2018 | 20:33 WIB
Jakarta - Hasil survei dari Cyrus Network menempatkan Presiden Joko Widodo unggul jelang perhelatan Pilpres 2019 mendatang. Pada survei selama 27 Maret-3 April 2018 saat responden disodori pertanyaan jika Pilpres dilaksanakan hari ini maka hasilnya Jokowi unggul dengan 58,5 persen. Sementara Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto berada di posisi 21,8 persen, Gatot Nurmantyo 2,0 persen dan Hary Tanoesoedibjo 1,1 persen.
Menanggapi hal itu, politisi PDI Perjuangan Maruarar Sirait mengatakan, elektabilitas Jokowi yang terus meningkat dan jauh meningggalkan capres lainnya karena masyarakat sudah bisa melihat dan merasakan hasil pembangunan selama kepemimpinan Jokowi. Menurutnya, ketulusan, kejujuran dan kerja keras Jokowi membangun bangsa ini telah membuahkan hasil walaupun belum sempurna.
"Pak Jokowi kita lihat fokus dalam bekerja. Membangun infrastruktur hampir merata di seluruh negeri dan hasilnya sudah bisa dirasakan masyarakat Indonesia," kata Maruarar usai jadi pembicara dalam diskusi hasil survey Cyrus Network di Menteng Jakarta Pusat Kamis (19/4).
Maruarar mengatakan, elektabilitas Jokowi pada PIlpres 2019 akan berbeda jauh dibanding Pilpres 2014. Selain karena rakyat sudah merasakan hasil kinerja, Jokowi saat ini diusung banyak parpol, organisasi, tokoh-tokoh bangsa dan tentunya mayoritas rakyat Indonesia.
Terkait cawapres Jokowi, Maruarar mengatakan, pemikiran bukan saja soal bagaimana mendampingi, tapi bisa juga visi jauh ke depan, untuk kesinambungan pembangunan. Ia mengemukakan empat hal yang jadi pertimbangan, soal cawapres, di antaranya yang pertama soal elektabilitas.
"Kalau Jokowi posisinya tidak aman secara elektabilitas, dia membutuhkan wakil yang bisa meningkatkan elektabilitas. Karena menang itu dalam politik penting, selain apa manfaat menang itu," ujarnya.
Kedua, menurut anggota Komisi XI DPR RI ini adalah kecocokan dan kenyamanan. Bisa bekerja sama saling menghargai saling mendukung, seperti sekarang Jokowi dengan JK sangat nyaman saling mendukung.
Ketiga dan paling ideal adalah gabungan keduanya. Tentu yang paling ideal, kata maruarar, adalah elektabilitas yang tinggi, bisa menambah suara Jokowi dan bisa bekerja sama, walaupun itu tidak mudah mendapatkannya.
Keempat adalah, apa konsep Jokowi untuk 2019-2024. "Apakah pak Jokowi mencari wakil yang bersama-sama dia sampai 2024, atau dia juga berpikir visi jauh ke depan, bahwa wakilnya bisa meneruskan tongkat estafet, yang tentu bagaimana melanjutkan pembangunan infrastruktur dan sebagainya," ucapnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




