Hari Buruh
Puluhan Ribu Buruh Padati Patung Kuda Monas
Selasa, 1 Mei 2018 | 08:46 WIB
Jakarta - Puluhan ribu buruh dan pekerja dari Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia (KRPI) memadati patung kuda Arjuna Wiwaha di Jalan Medan Merdeka Barat, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (1/5). Mereka berkumpul untuk berunjuk rasa dan mengajukan sejumlah tuntutan kepada pemerintah.
Berdasarkan pantauan lapangan, buruh mulai berdatangan sejak pukul 07.00 WIB. Massa buruh yang datang dari berbagai penjuru kota Jakarta memarkir kendaraan di dalam kawasan Monas. Kemudian, mereka berjalan bersama ke arah titik kumpul di patung kuda Arjuna Wiwaha, persis di depan jembatan penyeberangan orang gedung Kementerian Pariwisata.
Dua mobil truk komando dengan pengeras suara berupaya mengatur barisan ribuan buruh yang memanjang hingga kurang lebih 2 kilometer ke arah Jalan MH Thamrin.
"Barisan pertama perempuan dari perawat, bidan, guru, tenaga administrasi, ASN (aparatur sipil negara, Red). Semua turun bersama KRPI. kita pekerja yang perlu mendapat perhatian dari pemerintah. Target kita menyejahterakan para pekerja yang bekerja nyata membangun Indonesia," ujar Ketua Umum Forum Honorer Kategori 2 Indonesia (FHK2I) Titi Purwaningsih dari atas mobil komando.
Rencananya, sekitar 50.000 buruh dan pekerja yang tergabung dalam KRPI menggelar unjuk rasa hari ini. KRPI merupakan gabungan sejumlah organisasi buruh, yakni Federasi Pekerja Pelabuhan Indonesia (FPPI), Federasi Pekerja Pos Logistik Indonesia (FPPLI), Federasi Serikat Buruh Indonesia (FSBI), Komite Nusantara Aparatur Sipil Negara (KNASN), dan Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI).
Ketua Umum KRPI, Rieke Diah Pitaloka menyebutkan berbagai elemen buruh dari sektor industri dan pelayan publik memutuskan untuk bergabung dan menyuarakan hal-hal elementer bagi perbaikan nasib pekerja dalam perayaaan Hari Buruh Internasional tahun ini.
Menurutnya, ada 5 mandat yang disampaikan KRPI kepada Presiden Joko Widodo dalam Panca Maklumat Rakyat Pekerja Indonesia, yakni:
1. Mewujudkan Indonesia sebagai negara industri yang berbasis kepada riset nasional dengan berorientasi kepada kepentingan rakyat dan bangsa Indonesia;
2. Mewujudkan dengan sungguh-sungguh tri-layak rakyat pekerja, yakni kerja layak, upah layak, dan hidup layak;
3. Mewujudkan terpenuhinya lima jaminan sosial, yaitu jaminan kesehatan, jaminan kecelakaan kerja, jaminan pensiun, jaminan hari tua, dan jaminan kematian bagi rakyat pekerja Indonesia;
4. Memberikan keadilan bagi seluruh pekerja pelayan publik di pemerintahan yang berstatus sukarelawan, tenaga harian lepas, honorer, kontrak, pegawai tidak tetap, dan pegawai tetap non-PNS di seluruh bidang untuk menjadi pegawai tetap negara;
5. Menyelamatkan aset negara dan mengembalikan tata kelola BUMN sesuai perintah konstitusi dan UUD 1945 sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat, kepentingan bangsa dan negara Indonesia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




