Dirjen Dukcapil Luruskan Hoax Terkait Tercecernya E-KTP

Senin, 28 Mei 2018 | 16:49 WIB
CP
FB
Penulis: Carlos KY Paath | Editor: FMB
Kapolres Bogor, Ajun Komisaris Besar AM Dicky bersama Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif menunjukan KTP-el yang rusak ditemukan di Jalan di Bogor.
Kapolres Bogor, Ajun Komisaris Besar AM Dicky bersama Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif menunjukan KTP-el yang rusak ditemukan di Jalan di Bogor. (BeritaSatu Photo/Vento Saudale)

Jakarta – Direktur Jenderal (Dirjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) Zudan Arif Fakrulloh meluruskan beberapa informasi hoaks terkait Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP). Hal itu menyusul tercecernya sejumlah e-KTP di Jalan Raya Salabenda, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (26/5).

Pertama, kabar hoaks yang menyebut gudang Kemdagri di Semplak, Bogor Barat merupakan tempat menyembunyikan e-KTP. Dijelaskan Zudan, gudang itu resmi milik Kemdagri. "Bukan tempat sembunyikan e-KTP. Tidak ada berisi e-KTP palsu, tapi yang ada adalah e-KTP asli yang sudah rusak," kata Zudan di Ruang Pers Kemdagri, Kantor Kemdagri, Jakarta, Senin (28/5).

Kedua, adanya tulisan di media sosial (medsos) yang menuding ditemukannya blanko atas nama warga negara asing (WNA). "Sudah kita cek semua dari polisi, ini e-KTP rusak. Kerusakan itu seperti elemen datanya, lalu fisiknya," tegas Zudan.

Ketiga, ditemukannya e-KTP milik warga Muara Enim, Sumatera Selatan (Sumsel). Diungkapkan, seluruh e-KTP dicetak sejak 2010-2014, dicetak di pusat. Selanjutnya, e-KTP dikirimkan ke daerah. Apabila daerah menemukan ada kerusakan, maka dikembalikan ke pusat.

"Ini untuk menjawab kenapa kok ada e-KTP warga Muara Enim di pusat. Setelah 2014, semua dicetak di daerah, pusat hanya kirim blanko. Kalau rusak, dari daerah dikirim ke pusat untuk meminta ganti blanko," ungkap Zudan.

Keempat, adanya kabar e-KTP yang dibuat di Beijing, Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Ditegaskan, informasi itu juga tidak benar. "E-KTP ini asli semua, tetapi invalid dan rusak," imbuhnya.

Dia mempersilakan Komisi II DPR untuk meninjau gudang Kemdagri di Semplak. "Silakan dilihat fakta yang sebenarnya, sehingga kita mendapatkan keyakinan bahwa yang sebenarnya hanya e-KTP yang jatuh," katanya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon