Pengamat: Pilgub Jatim Pertarungan sampai Akhir

Kamis, 31 Mei 2018 | 14:20 WIB
FH
FH
Penulis: Feriawan Hidayat | Editor: FER
Debat pertama Pilgub Jatim, Selasa malam, 11 April 2018.
Debat pertama Pilgub Jatim, Selasa malam, 11 April 2018. (Suara Pembaruan/Teguh L Rahmadi)

Surabaya - Pengamat politik dan Kebijakan Universitas Brawijaya (Unibraw), Dr Romy Hermawan, menyebutkan, pertarungan Pilgub Jatim selalu berlangsung 'panas' dan mendebarkan sampai akhir. Hal itu terekam sejak dua Pilgub sebelumnya (2008 dan 2013), dan kini terulang kembali pada 2018 dengan pencalonan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto dan Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno.

"Rivalitas Khofifah dan Gus Ipul memang sudah pada posisi mengkristal. Pemilihnya sudah terbelah. Istilahnya, sampai mati pilih Khofifah, dan di pihak lain, sampai mati pilih Gus Ipul," ujar Romy kepada media, Kamis (31/5).

Doktor Ilmu Politik lulusan Universitas Potsdam, Jerman tersebut mencermati hasil survei Litbang Kompas yang menggambarkan pertarungan Pilgub Jatim sangat ketat. Selisih keterpilihan di antara dua kandidat sangat tipis, bahkan di bawah angka sampling error survei (3,46 persen).

Dengan demikian, sambung Romy, memang sampai saat ini tingkat elektabilitas keduanya belum ada yang bisa dibilang saling mengungguli. Demikian juga survei-survei lain juga menggambarkan ketatnya rivalitas Gus Ipul dan Khofifah.

"Pertarungan Pilgub Jatim ini bakal berlangsung sampai hari H, kita sulit menebak siapa pemenangnya. Penentu kemenangan adalah kejituan meramu strategi lapangan dalam waktu tersisa yang tak sampai sebulan ini," kata Romy.

Meski berjalan ketat, Romy meyakini dampak 'pembelahan' publik dalam Pilgub Jatim tak akan sampai seperti pembelahan masyarakat pasca-Pilpres 2014 antara pendukung Prabowo Subianto dan Joko Widodo. "Masyarakat sudah cukup dewasa dalam memahami pembelahan politik di Pilgub Jatim," tandasnya.

Romy menambahkan, salah satu kunci kemenangan adalah soliditas masing-masing partai pendukung. "Jika melihat di sejumlah survei, soliditas partai pendukung belum sepenuhnya menggumpal kuat, baik di kubu Khofifah maupun Gus Ipul. Di kubu Khofifah, Golkar dan Demokrat sebagai motor utama, belum solid betul. Demikian pula di kubu Gus Ipul, PKB dan PDIP misalnya, juga belum solid 100 persen," tuturnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon