Besok, Pesawat Kementerian Rusia Bawa Pulang Jasad Korban Sukhoi

Rabu, 23 Mei 2012 | 02:53 WIB
WC
B
Penulis: Wisnu Cipto | Editor: B1
Alexander Yablontsev (kiri), pilot pertama di dunia yang menerbangkan Sukhoi Superjet 100. Foto diambil dalam joy flight pertama dari Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta. Pesawat itu hilang dari radar dalam joy flight kedua. FOTO: Sergey Dolya
Alexander Yablontsev (kiri), pilot pertama di dunia yang menerbangkan Sukhoi Superjet 100. Foto diambil dalam joy flight pertama dari Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta. Pesawat itu hilang dari radar dalam joy flight kedua. FOTO: Sergey Dolya
Pagi ini, sekitar pukul 10.00, sisa-sisa jenazah korban kecelakaan Sukhoi akan secara resmi diserahkan kepada keluarga dan perwakilan kedutaan Rusia.

Pesawat Kementerian Darurat Rusia akan membawa pulang jenazah warga Rusia yang meninggal dalam kecelakaan Sukhoi Superjet-100 di Indonesia ke Moskow pada Kamis (24/5) besok.

Pagi ini, sekitar pukul 10.00 WIB, sisa-sisa jenazah korban kecelakaan Sukhoi akan secara resmi diserahkan kepada keluarga dan perwakilan kedutaan Rusia dan kedutaan Amerika Serikat di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta.

"Sertifikat kematian dari rumah sakit, sertifikat protokol pembalseman, identifikasi dan pemeriksaan dari delapan warga Rusia yang tewas telah diserahkan kepada misi diplomatik Rusia," kata juru bicara Kementerian Industri dan Perdagangan Rusia, Selasa (22/5), dikutip dari Antara.

Menurut juru bicara itu, Kedutaan Besar Rusia di Jakarta akan segera menerbitkan sertifikat kematian dan dokumen yang menyertainya.

"Diharapkan pesawat RA-76840 kementerian darurat Rusia dengan jenazah warga Rusia itu akan lepas landas dari Jakarta pada 24 Mei,"  ujar juru bicara itu.

Sukhoi Superjet-100 Rusia, pesawat regional 100-kursi dirancang dan diproduksi oleh Sukhoi Sivil Aircraft dengan bantuan Alenia Aermacchi, jatuh di Indonesia selama acara penerbangan pada 9 Mei. Pesawat naas itu menghantam lereng bebatuan Gunung Salak di Jawa Barat, Indonesia.

Semua 45 orang yang berada di dalam pesawat, termasuk delapan warga Rusia, 35 warga Indonesia, masing-masing seorang warga negara Prancis dan Amerika Serikat meninggal dalam kecelakaan itu.

Rekaman dari perekam kokpit jet mengungkapkan tidak ada tanda-tanda kegagalan sistem avionik. Sistem peringatan kecelakaan darat T2CAS beroperasi selama penerbangan dan memberikan para awak pesawat dengan informasi tentang bahaya pendekatan ke tanah.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon