Jokowi: Membangun Infrastruktur, Membangun Peradaban
Kamis, 16 Agustus 2018 | 09:25 WIB
Jakarta - Sampai saat ini masih banyak yang salah mengerti terhadap pemerintah yang gencar membangun infrastruktur. Pembangunan infrastruktur fisik, seperti jalan tol, bandara, MRT, dan LRT, hanya dilihat dari sisi fisik semata. Sesungguhnya pemerintah sedang membangun peradaban, membangun konektivitas budaya, dan membangun infrastruktur budaya baru.
Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam sidang tahunan MPR di Jakarta, Kamis (16/8)
Menurut Jokowi, pembangunan infrastruktur fisik harus dilihat sebagai cara untuk mempersatukan bangsa Indonesia, serta mempercepat konektivitas budaya yang bisa mempertemukan berbagai budaya yang berbeda di seluruh Nusantara.
"Orang Aceh bisa mudah terhubung dengan orang Papua, orang Rote bisa terhubung dengan saudara-saudara kita di Miangas, sehingga bisa semakin merasakan bahwa kita satu bangsa, satu Tanah Air," katanya.
Jokowi menyatakan mulai tahun pertama, pemerintah membangun fondasi yang kokoh untuk menuju Indonesia yang lebih maju. Karena itu, pemerintah fokus pada percepatan pembangunan infrastruktur serta peningkatan produktivitas dan daya saing bangsa.
Percepatan pembangunan infrastruktur bukan hanya dimaksud untuk mengejar ketertinggalan dalam pembangunan infrastruktur dibanding dengan negara lain, melainkan juga menumbuhkan sentra-sentra ekonomi baru yang mampu memberikan nilai tambah bagi daerah-daerah di seluruh penjuru Tanah Air.
Itulah sebabnya infrastruktur tidak hanya dibangun di Jawa, tetapi di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Kepulauan Maluku dan Nusa Tenggara, sampai Tanah Papua.
"Sebagai bangsa yang majemuk, kita ingin tumbuh bersama, sejahtera bersama, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote," kata Jokowi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




