Pagi ini, 29 Orang Evakuasi Jasad Korban Sukhoi Temuan Warga

Selasa, 29 Mei 2012 | 09:49 WIB
WC
B
Penulis: Wisnu Cipto | Editor: B1
Ketua Tim SAR Gabungan Danrem 061 Surya Kencana Kolonel Infantri AM Putranto (kanan), didampingi penemu kotak hitam pesawat Sukhoi Superjet personel  Komando Pasukan Khusus  Lettu (Inf) M Taufik Akbar, memperlihatkan kotak hitam saat memberi keterangan pers di Pos Pusat Evakuasi Balai Embrio Ternak Kementerian Pertanian, Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.FOTO: ANTARA/Ismar Patrizki
Ketua Tim SAR Gabungan Danrem 061 Surya Kencana Kolonel Infantri AM Putranto (kanan), didampingi penemu kotak hitam pesawat Sukhoi Superjet personel Komando Pasukan Khusus Lettu (Inf) M Taufik Akbar, memperlihatkan kotak hitam saat memberi keterangan pers di Pos Pusat Evakuasi Balai Embrio Ternak Kementerian Pertanian, Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.FOTO: ANTARA/Ismar Patrizki
Diharapkan evakuasi bisa selesai dilaksanakan satu hari ini saja.

Sebanyak 29 orang yang tergabung dalam Tim SAR gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, Wanadri, Polisi Hutan dan warga pada Selasa pagi mulai melakukan evakuasi jasad korban Sukhoi Superjet 100 yang masih tercecer di Gunung Salak.

"Pencarian dan evakuasi korban Sukhoi dipimpin oleh Pasiop (Perwira Seksi Operasi) Kodim 0607 Sukabumi, Kapten Sanusi, anggota yang ditugaskan sebanyak 29 orang," kata Danrem 061/Suryakencana, Bogor, Kolonel (Inf) AM Putranto kepada wartawan di Sukabumi, hari ini.

Pencarian dan evakuasi langsung difokuskan di titik ditemukannya serpihan tubuh korban oleh warga Kecamatan Cicurug. Selain itu, semua barang milik korban dan jenazah yang ada di lokasi akan segera dievakuasi tanpa terkecuali.

Menurut Putranto, diharapkan evakuasi bisa selesai dilaksanakan satu hari ini saja. "Barang dan jenazah korban agar dipisahkan. Untuk jenazah kami sudah berkoordinasi dengaqn RS Polri Kramat Jati di Jakarta untuk diidentifikasi lebih lanjut, milik siapa serpihan jenazah tersebut," tutur dia.

Dikatakan Putranto, diduga jenazah dan barang yang ditemukan warga tersebut berpindah tempat karena pada saat penutupan pencarian dan evakuasi korban oleh Basarnas langsung turun hujan deras, sehingga mungkin jenazah dan barang tersebut ikut terbawa longsoran tanah.

"Serpihan tubuh korban ini dimungkinkan terbawa longsoran tanah saat terjadi hujan deras pas(bertepatan) penutupan pencarian dan evakuasi oleh Basarnas," tandas Putranto.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon