Elnusa Raih Kontrak Rp 1 Triliun

Jumat, 19 Oktober 2018 | 10:02 WIB
RK
B
Penulis: Rahajeng KH | Editor: B1
PT Elnusa Tbk.
PT Elnusa Tbk. (Elnusa/Elnusa)

JAKARTA - PT Elnusa Tbk (ELSA) mendapatkan kontrak baru dengan nilai lebih dari Rp 1 triliun. Perseroan memenangkan dua tender jasa hulu migas yakni Survei Seismik Darat 2D dan 3D di wilayah Pesut Mas, Sulawesi tengah dan pengeboran modular di wilayah kerja Sanga-sanga, Kalimantan Timur dan Attaka.

Direktur Keuangan Perseroan Hery Setiawan mengatakan, pihaknya optimistis perolehan dua kontrak pekerjaan ini akan memberikan kontribusi yang signifikan serta meningkatkan keseimbangan komposisi kontrak jasa hulu migas dan distribusi serta logistic energi.

"Sehingga lebih memperkuat struktur pendapatan Elnusa ke depannya," kata Hery dalam keterangan resminya, Kamis (18/10).

Kontrak ini memberikan sinyal positif geliat aktivitas servis hulu migas Elnusa, yang pada dua tahun belakangan lebih digerakkan oleh lini jasa distribusi dan logistik energi maupun jasa berbasis non-aset. Saat ini persentase komposisi pendapatan antara hulu migas dan distribusi dan logistik energi Elnusa sepanjang tahun ini adalah 40% dan 55%. Pada kuartal I-2018, pekerjaan survei seismik yang signifikan hanya ditopang oleh penyelesaian proyek di Klamosossa, Papua Barat.

Selain itu, pekerjaan pengeboran modular pun kinerjanya kurang maksimal. Untuk itu, perolehan kontrak seismik darat 2D dan 3D di wilayah Pesut Mas dan pengeboran modular dengan durasi tiga tahun ini akan menambah optimisme kinerja di tahuntahun mendatang.

Dividen
Sebelumnya, PT Elnusa Tbk (ELSA) menetapkan rasio dividen 15%, atau ekuivalen Rp 37miliar dari laba bersih tahun 2017 sebesar Rp 247,14 miliar. Adapun dividen tersebut lebih tinggi dari yang dibayarkan atas laba bersih tahun 2016, yakni 10% atau ekuivalen Rp 31 miliar.

Head of Corporate Communications Elnusa Wahyu Irfan menyatakan, pihaknya mendapat restu dari shareholder untuk dividend payout ratio 15% dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST). Ia berharap, dengan keputusan tersebut perusahaan dapat memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham.

"Berdasarkan hasil RUPST, setiap lembar saham akan mendapatkan dividen Rp 5,08, yang akan dibayarkan paling lambat pada 8 Juni 2018," ujar Wahyu dalam keterangan resmi di Jakarta, baru-baru ini.

Lebih lanjut Wahyu mengungkapkan, tahun lalu Elnusa, sebagai perusahaan penyedia jasa energi berhasil menutup tahun dengan laba bersih Rp 247,14 miliar. Kinerja itu menurut dia, berkat respon cepat Elnusa dalam penyelesaian pekerjaan seismik darat, pengembangan bisnis berbasis nonaset.

Serta, ujar dia, optimalisasi jasa distribusi dan logistik terbukti efektif dalam mempertahankan kinerja di tengah fluktuasi industri minyak dan gas (migas) saat ini. (*)



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon