Bank Sahabat Sampoerna Cetak Laba Rp 52 Miliar

Minggu, 11 November 2018 | 10:53 WIB
TH
B
Penulis: Thomas Ekafitrianus Harefa | Editor: B1
Bank Sahabat Sampoerna
Bank Sahabat Sampoerna (Investor Daily / David Gitaroza)

JAKARTA – PT Bank Sahabat Sampoerna (Bank Sampoerna) mencatatkan kinerja keuangan yang tumbuh positif dengan performa semakin baik sampai kuartal III-2018. Meskipun keadaan ekonomi secara global belum stabil, dengan manajemen risiko yang terukur dan pemilihan target pasar yang cermat, Bank Sampoerna mencatatkan laba bersih sebesar Rp 52,3 miliar.

Laba Bersih untuk sembilan bulan pertama tahun 2018 tersebut meningkat 78% dibandingkan jumlah yang dibukukan pada periode sama tahun 2017 yang sebesar Rp 29,4 miliar. Peningkatan laba bersih ini ditopang antara lain oleh pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 15% secara year on year (yoy) menjadi Rp 7,0 triliun.

Ini berpengaruh juga pada peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar Rp 72 miliar (naik 18% yoy), dari Rp 393 miliar pada sembilan bulan pertama tahun 2017 menjadi Rp 465 miliar pada periode sama tahun ini.

Sementara itu, pengelolaan dana pihak ketiga (DPK) yang efektif juga mendukung peningkatan pendapatan bunga bersih. DPK perseroan meningkat 14% dalam 12 bulan terakhir. Meski deposito masih mendominasi jumlah DPK, dana murah berupa giro dan tabungan mencatatkan pertumbuhan secara persentase yang lebih tinggi, yaitu masing-masing sebesar 58% dan 18%. Dengan kenaikan dana murah tersebut, rasio CASA Bank Sampoerna mencapai 15%.

Direktur Utama Bank Sampoerna Ali Rukmijah menjelaskan, kondisi perekonomian memang belum sepenuhnya mendukung. Banyak tantangan yang harus diatasi. Namun, kebutuhan akan jasa perbankan masih tetap ada.

Oleh karena itu, Bank Sampoerna berusaha memahami kebutuhan yang ada dan memberikan solusi atas pemenuhan kebutuhan perbankan tersebut.

"Dengan demikian, hingga akhir kuartal III-2018, Bank Sampoerna terus mencatatkan kinerja yang positif. Beberapa pencapaian juga diraih sebagai refleksi kepercayaan masyarakat terhadap Bank Sampoerna," terang dia dalam siaran pers yang diterima Investor Daily, Kamis (8/11).

Sementara itu, rasio keuangan Bank Sampoerna posisi September 2018 masih berada pada level yang aman, antara lain capital adequacy ratio (CAR) dapat dijaga pada level 18,9%, net interest margin (NIM) sebesar 7,1%, return on asset (ROA) sebesar 1,1%. Biaya operasional dibanding pendapatan operasional (BOPO) tercatat 89,9%, serta loan to deposit ratio (LDR) sebesar 90,4%. Sedangkan rasio non performing loan (NPL) gross tercatat sebesar 4,0%.

"Kami yakin mengakhiri tahun 2018 yang hanya beberapa bulan lagi, Bank Sampoerna masih berpotensi tumbuh lebih baik. Mendengarkan nasabah, menjadikan mereka sahabat akan menjadi mantra kami dalam menjalan usaha dan menyaluran kredit ke sektor UMKM demi memajukan perekonomian di Indonesia," jelas Ali.

Pada kuartal III-2018, Bank Sampoerna meraih penghargaan sebagai Rising Star Bank dan peringkat ke-3 Acquirer Bank dengan Pertumbuhan Transaksi Terbaik Transaction Banking Awards 2018 yang digelar oleh Majalah Infobank bekerja sama dengan PT Rintis Sejahtera (Prima).

"Penghargaan ini menunjukkan semakin banyak nasabah setia Bank Sampoerna yang mempercayakan transaksi perbankannya melalaui Bank Sampoerna," ujar Direktur Operasional dan Teknologi Informasi Bank Sampoerna Lie Liliana Veronica.

Di sisi lain, untuk memenuhi kebutuhan perbankan masyarakat yang selama ini belum terjangkau layanan perbankan dan mendukung Program Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai) yang dicanangkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Sampoerna bersama PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk dan PT Midi Utama Indonesia Tbk (pemilik jaringan Alfamart dan Alfamidi) memperluas layanan Tasaku (Tabungan Sampoerna – AlfaKU) ke Kota Malang dan Gresik, masing-masing pada bulan Juli dan Agustus 2018.

Dengan dibukanya Tasaku di kedua kota tersebut, hingga akhir September 2018, Bank Sampoerna telah melayani lebih dari 15.000 nasabah melalui lebih dari 300 gerai Alfamart dan Alfamidi yang tersebar di Surabaya, Sidoarjo, Gresik, dan Malang.

"Kami akan mengusahakan lebih banyak masyarakat yang memperoleh manfaat layanan perbankan dari Bank Sampoerna. Kami memperluas layanan Tasaku. Selain itu, kami akan meluncurkan layanan mobile banking. Dengan demikian, di mana pun nasabah berada, mereka akan dapat menikmati layanan perbankan," ujar Direktur UKM, Funding, FI, dan Jaringan Kantor Bank Sampoerna Ong Tek Tjan. (*)



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon