Pemilu 2019 Jangan Dikotori Eksploitasi SARA
Minggu, 11 November 2018 | 22:06 WIB
Jakarta - Kualitas demokrasi di Indonesia akan diukur dengan integritas dan kualitas pemilu. Oleh karena itu, menjaga pemilu yang berintegritas adalah tantangan semua kontestan pemilu.
Ketua Setara Institute Hendardi mengingatkan, integritas pemilu harus bisa dijaga dengan menghindari eksploitasi perbedaan Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) sebagai kapital politik untuk memenangi kontestasi.
"Termasuk tidak juga mengumbar kebencian dalam bentuk ujaran kebencian dan berita palsu, hoax untuk mencabik emosi masyarakat," kata Hendardi dalam kegiatan "Bincang Anak Muda: Promosi Toleransi, Cegah Politisasi SARA", di Jakarta, Minggu (11/11).
Menurutnya, politisasi SARA dan politisasi identitas juga harus dihindari dalam penyelenggaraan suksesi kepemimpinan di Pemilu 2019. Jika tidak, maka akan berujung pada perpecahan di tengah masyarakat.
Saat menjelang pelaksanaan Pemilu 2019, diingatkan Hendardi, berita hoax dan konten media yang destruktif jauh lebih cepat perkembangannya ketimbang upaya pencegahan yang dilakukan otoritas negara.
Karena itu, tanpa partisipasi warga, upaya otoritas negara dalam menjaga dan mengawal rasa toleransi akan mengalami kesulitan. Karena itu, dibutuhkan kesadaran masyarakat untuk menjadi sahabat dan agen literasi digital yang bisa secara bersama-sama memerangi penyimpangan tersebut.
"Produksi hoax jauh lebih cepat dari apa yang dilakukan otoritas negara. Setara Institute tidak memiliki kemampuan menjangkau masyarakat untuk mempromosikan toleransi dan perdamaian," ungkapnya.
Saat ini, dikatakan, yang sangat dibutuhkan adalah komitmen untuk terus mendorong penguatan toleransi antar sesama. Politisasi SARA, politisasi identitas harus dihindari atas alasan apapun.
Hendardi berjanji, dirinya akan terus mengajak generasi milenial di beberapa kota untuk menjadi bagian dari gerakan sosial tersebut. Utamanya adalah untuk terus mempromosikan toleransi sebagai bagian inti dari elemen ketahanan nasional Indonesia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




