RCTI dan Ampati Berdamai
Rabu, 6 Juni 2012 | 21:06 WIB
Ada perbedaan persepsi antara kedua belah pihak soal pelecehan identitas gender dalam acara Indonesian Idol
Aliansi Masyarakat Peduli Acara Televisi Indonesia (Ampati) dan RCTI akhirnya berdamai. Keduanya sempat bersitegang terkait tuduhan pelecehan identitas gender dalam acara Indonesian Idol.
"Kita bisa menerima persepsi masing masing. Kita tutup persoalan ini dengan saling pengertian, perdamaian. Selesai. Nggak ada permasalahan lagi," ucap Driantama selaku Head Corporate Secretary RCTI saat ditemui di gedung Komnas HAM sore ini.
Sebelumnya pihak Ampati telah melakukan mediasi di gedung Komnas Ham bersama pihak RCTI, namun pertemuan tersebut berjalan cukup alot dan sulit mencapai kata sepakat untuk berdamai.
"RCTI belum mau meminta maaf, kita mengharapkan pihak RCTI mau minta maaf kepada publik. Mereka merasa apa yang telah terjadi (di acara Indonesian Idol) adalah bentuk kebebasan berpendapat," kata Hartoyo selaku perwakilan dari Ampati saat ditemui di tengah-tengah mediasi dengan pihak RCTI.
Namun setelah kembali meneruskan dialog bersama-sama, akhirnya kedua belah pihak telah mengambil jalan tengah dan berdamai.
"Saya tidak kaget dengan anggapan itu (pendapat Hartoyo). Karena memang, berbeda, kami yang mengerjakan dengan orang yang nonton. Dunianya beda. Tapi kami memberikan penjelasan secara netral, tidak ada niat sedikitpun, terlintas pun tidak untuk melakukan pelecehan," jelas Driantama.
Perdamaian tersebut dilakukan dalam dialog, dan pihak RCTI tidak perlu melakukan permintaan maaf kepada publik seperti yang diminta Ampati sebelumnya.
"Kami dalam sebuah proyek televisi yang rutin dan terus menerus. Jadi kami menganggap itu sebagai suatu evaluasi. Apa yang perlu kita kembangkan dan apa yang perlu kita tidak ulangi," imbuhnya.
Diakui Driantama bahwa pihak RCTI bersama kedua para juri yang dimaksud, Ahmad Dhani dan Anang akan melakukan evaluasi bersama. "Secara prosedural kami selalu selalu begitu untuk suatu kegiatan yang episodik. Begitu acara selesai evaluasi selalu kita lakukan," tuntasanya.
Aliansi Masyarakat Peduli Acara Televisi Indonesia (Ampati) dan RCTI akhirnya berdamai. Keduanya sempat bersitegang terkait tuduhan pelecehan identitas gender dalam acara Indonesian Idol.
"Kita bisa menerima persepsi masing masing. Kita tutup persoalan ini dengan saling pengertian, perdamaian. Selesai. Nggak ada permasalahan lagi," ucap Driantama selaku Head Corporate Secretary RCTI saat ditemui di gedung Komnas HAM sore ini.
Sebelumnya pihak Ampati telah melakukan mediasi di gedung Komnas Ham bersama pihak RCTI, namun pertemuan tersebut berjalan cukup alot dan sulit mencapai kata sepakat untuk berdamai.
"RCTI belum mau meminta maaf, kita mengharapkan pihak RCTI mau minta maaf kepada publik. Mereka merasa apa yang telah terjadi (di acara Indonesian Idol) adalah bentuk kebebasan berpendapat," kata Hartoyo selaku perwakilan dari Ampati saat ditemui di tengah-tengah mediasi dengan pihak RCTI.
Namun setelah kembali meneruskan dialog bersama-sama, akhirnya kedua belah pihak telah mengambil jalan tengah dan berdamai.
"Saya tidak kaget dengan anggapan itu (pendapat Hartoyo). Karena memang, berbeda, kami yang mengerjakan dengan orang yang nonton. Dunianya beda. Tapi kami memberikan penjelasan secara netral, tidak ada niat sedikitpun, terlintas pun tidak untuk melakukan pelecehan," jelas Driantama.
Perdamaian tersebut dilakukan dalam dialog, dan pihak RCTI tidak perlu melakukan permintaan maaf kepada publik seperti yang diminta Ampati sebelumnya.
"Kami dalam sebuah proyek televisi yang rutin dan terus menerus. Jadi kami menganggap itu sebagai suatu evaluasi. Apa yang perlu kita kembangkan dan apa yang perlu kita tidak ulangi," imbuhnya.
Diakui Driantama bahwa pihak RCTI bersama kedua para juri yang dimaksud, Ahmad Dhani dan Anang akan melakukan evaluasi bersama. "Secara prosedural kami selalu selalu begitu untuk suatu kegiatan yang episodik. Begitu acara selesai evaluasi selalu kita lakukan," tuntasanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
HUKUM & HANKAM
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
INTERNASIONAL
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




