Ini yang Akan Dibicarakan Prabowo kepada SBY
Jumat, 21 Desember 2018 | 13:26 WIB
Jakarta - Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto akan mengajak Ketua Umum Partai Demokrat Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk aktif mengampanyekan dirinya bersama Sandiaga Uno sebagai capres-cawapres demi meraih kemenangan bersama.
Ajakan itu merupakan salah satu poin yang akan dibicarakan Prabowo kepada SBY, seperti yang dituturkan juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, Jumat (21/12).
Menurut Andre, Prabowo akan bertemu SBY, Jumat (21/12) sore. Pertemuan digelar di kediaman SBY, di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan.
Selain soal ajakan untuk mengampanyekan Prabowo-Sandi, kata Andre, Prabowo akan meminta masukan dari SBY karena berpengalaman dua kali memenangkan pertarungan di pilpres. Masukan dimaksud terutama terkait persiapan debat capres yang dimulai pada 17 Januari mendatang.
"Saya kira pertemuan dua ketua umum partai itu cukup penting. Pak Prabowo pastinya akan banyak diskusi soal ini juga karena Pak SBY sudah dua kali ikut pilpres dan menang," ujar Andre.
Ajakan Prabowo kepada SBY agar mengampanyekan pasangan Prabowo-Sandi sejatinya agak aneh menurut logika sebab Partai Demokrat adalah partai besar yang termasuk dalam koalisi pendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 02 tersebut.
Bila dirunut ke belakang, keberadaan Partai Demokrat di tubuh koalisi pengusung Prabowo-Sandi tidaklah mulus. Hal itu terlihat sejak awal, manakala pemilihan pendamping Prabowo. Ketika nama Sandiaga Uno terpilih sebagai cawapres, kubu Demokrat yang sudah menggadang Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai cawapres, meradang. Hal itu ditunjukkan melalui cuitan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief yang menyebut Prabowo sebagai "jenderal kardus".
Melalui akun twitter @AndiArief, Andi menulis, Prabowo ternyata kardus, malam ini kami menolak kedatangannya ke kuningan. Bahkan keinginan dia menjelaskan lewat surat sudah tak perlu lagi. Prabowo lebih menghargai uang ketimbang perjuangan. Jendral kardus.
Cuitan lain pada Kamis, 8 Agustus 2018 tersebut, Jenderal Kardus punya kualitas buruk, kemarin sore bertemu Ketum Demokrat dengan janji manis perjuangan. Belum dua puluh empat jam mentalnya jatuh ditubruk uang Sandi Uno untuk meng-entertain PAN dan PKS.
Meski AHY tidak digaet Prabowo sebagai cawapres, Partai Demokrat tetap ada dalam koalisi. Namun demikian ketidakharmonisan kembali muncul. Kali ini soal kampanye bersama. Sekjen Gerindra Ahmad Muzani menyebut AHY berjanji akan bersafari bareng cawapres Sandiaga Uno untuk berkampanye. Namun nyatanya hal itu tidak pernah terjadi.
Pernyataan itu dikritik Juru Bicara Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Putu Supadma Rudana. Menurut Supadma, justru Sandi yang berjanji mengajak AHY berkampanye namun janji itu tak kunjung terealisasi. Sedangkan menurut Sandiaga Uno, dirinya pernah mengajak AHY kampanye bersama pada bulan Oktober tetapi saat itu AHY mengaku sedang sibuk.
Polemik ini mengesankan bahwa satu pihak dengan yang lainnya masih saling tunggu terkait dengan pendanaan kampanye.
Selain soal kampanye bersama, keharusan kader mendukung capres-cawapres juga mencuat menjadi persoalan. Hal ini berawal dari keterangan AHY kepada pers yang menyebut bahwa Partai Demokrat adalah parpol yang demokratis. Pilihan dukungan untuk pilpres adalah urusan masing-masing kader sebagai individu. Untuk itu, kata AHY, tidak akan ada hukuman yang dijatuhkan pada kader yang memiliki pilihan berbeda dengan garis kebijakan partai.
Pernyataan AHY itu menanggapi kenyataan adanya kader Demokrat yang justru mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin. "Hal seperti itu ada di semua partai. Sekarang kita tidak bisa memberikan punishment, kita hanya bisa menyerukan, tetapi kalau memberikan punishment tidak bisa," katanya.
Ketidakharmonisan hubungan Demokrat-Gerindra itulah yang diyakini banyak pihak membuat pihak Prabowo berkepentingan untuk menemui SBY.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan telah bertemu Prabowo di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (19/12). "Saya bertemu Pak Prabowo berdiskusi tentang beberapa hal. Kami sampaikan juga pesan dari Pak SBY," kata Hinca.
Hinca mengungkapkan, Prabowo dan Sandiaga Uno akan bertemu dengan SBY. jajaran Koalisi Indonesia Adil dan Makmur juga bakal mengikuti pertemuan ini.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




