Kedubes UEA di Damaskus Dianggap Bentuk Dukungan bagi Pemerintah Suriah
Sabtu, 29 Desember 2018 | 06:47 WIB
Damaskus- Uni Emirat Arab (UEA) membuka kembali kedutaan besarnya di Damaskus yang telah ditutup selama tujuh tahun pada Kamis (28/12). Langkah tersebut dipandang sebagai dorongan bagi pemerintah Suriah dari negara Arab yang pernah mendanai para milisi oposisi.
UAE menarik duta besarnya dari Suriah pada 2011 setelah dimulainya pemberontakan rakyat terhadap Presiden Bashar al-Assad. Pemberontakan itu lantas meningkat menjadi perang saudara yang brutal yang kini telah menewaskan lebih dari 360.000 orang.
Langkah UEA itu menyusul kunjungan Presiden Sudan Omar al-Bashir ke Damaskus pada bulan Desember. Pembukaan kembali kedubes UEA dipandang sebagai langkah lain dalam upaya negara-negara Arab untuk mendukung kembali pemerintah Assad setelah bertahun-tahun isolasi diplomatik.
Kantor berita milik negara WAM melaporkan pembukaan kembali kedubes UEA dimaksudkan untuk membantu memulihkan hubungan antara kedua negara. Hal itu disampaikan Kementerian Luar Negeri UEA dan Kerja Sama Internasional.
UEA menantikan keselamatan, keamanan dan stabilitas yang dipulihkan di Suriah.
Menteri Luar Negeri Urusan Luar Negeri UEA, Anwar Gargash, menulis tentang pembukaan kembali kedutaan di Twitter. Dia mengatakan bahwa peran Arab di Suriah telah menjadi lebih penting untuk melawan Iran dan kekuasaan Turki di wilayah tersebut.
"Pembukaan kembali kedubes adalah buah dari keyakinan bahwa fase selanjutnya membutuhkan kehadiran Arab dan komunikasi dengan Suriah untuk merawat rakyatnya, kedaulatan dan integritas wilayah," kata Gargash dalam kicauan lainnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




