March of Million
Puluhan Ribu Pengunjuk Rasa Penuhi Moskow
Rabu, 13 Juni 2012 | 01:14 WIB
"Teman-teman, mereka takut dengan kita dan kita tidak takut dengan mereka," kata seorang pengunjuk rasa
Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan bahwa dirinya tidak akan tunduk terhadap tuntutan sosial seperti yang digelorakan oleh puluhan ribu pengunjuk rasa.
Para demonstran meneriakan Bebaskan Rusia, mereka menentang masa kepemimpinan Putin yang ketiga.
Lautan pita putih dan poster memenugi kota Moskow dalam unjuk rasa damai di boulevard, dimana daun sudah tumbuh di pepohonan, pada musim semi ini.
Beberapa pemimpin unjuk rasa tidak menghadiri demonstrasi ini karena diperiksa polisi.
Pawai yang disebut sebagai March of Million atau unjuk rasa sejuta manusia itu adalah yang pertama dilakukan, sejak Putin kembali memegang tampuk kekuasaan presiden.
Dalam 12 tahun terakhir politik Rusia didominasi oleh Putin.
Blogger anti korupsi Alexei Navalny dan presenter televisi terkenal Ksenia Sobchak diinterogasi, setelah rumahnya didatangi polisi.
"Teman-teman, mereka takut dengan kita dan kita tidak takut dengan mereka," kata seorang pengunjuk rasa, Boris Nemtsov kepada massa yang berkumpul di alun-alun.
Polisi kemudian menangkap Nemtsov.
Penyelenggara unjuk ras amenyebutkan sekitar 100 ribu orang hadir dalam aksi tersebut. Sementara polisi menyebutkan angka 18 ribu.
Namun gambar di televisi memperlihatkan jumlah pengunjuk rasa setidaknya dua kali lipat dari angka yang dikeluarkan polisi.
Dalam acara peringatan kebebasan Rusia dari era Soviet, Putin bertekad tidak akan goyah dengan aksi tuntutan tersebut.
"Kita tidak akan memberikan toleransi terhadap aksi yang menimbulkan guncangan sosial dan ekonomi," kata Putin di Kremlin dan disiarkan televisi nasional.
"Kita tidak menerima apapun yang akan memperlemah negeri ini atau memecah belah."
Dikatakan bahwa perubahan politik di masa mendatang hanya akan berdasarkan perhitungan dan stabilitas. Mantra yang sama disampaikan saat kampanye pemilihan presiden.
Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan bahwa dirinya tidak akan tunduk terhadap tuntutan sosial seperti yang digelorakan oleh puluhan ribu pengunjuk rasa.
Para demonstran meneriakan Bebaskan Rusia, mereka menentang masa kepemimpinan Putin yang ketiga.
Lautan pita putih dan poster memenugi kota Moskow dalam unjuk rasa damai di boulevard, dimana daun sudah tumbuh di pepohonan, pada musim semi ini.
Beberapa pemimpin unjuk rasa tidak menghadiri demonstrasi ini karena diperiksa polisi.
Pawai yang disebut sebagai March of Million atau unjuk rasa sejuta manusia itu adalah yang pertama dilakukan, sejak Putin kembali memegang tampuk kekuasaan presiden.
Dalam 12 tahun terakhir politik Rusia didominasi oleh Putin.
Blogger anti korupsi Alexei Navalny dan presenter televisi terkenal Ksenia Sobchak diinterogasi, setelah rumahnya didatangi polisi.
"Teman-teman, mereka takut dengan kita dan kita tidak takut dengan mereka," kata seorang pengunjuk rasa, Boris Nemtsov kepada massa yang berkumpul di alun-alun.
Polisi kemudian menangkap Nemtsov.
Penyelenggara unjuk ras amenyebutkan sekitar 100 ribu orang hadir dalam aksi tersebut. Sementara polisi menyebutkan angka 18 ribu.
Namun gambar di televisi memperlihatkan jumlah pengunjuk rasa setidaknya dua kali lipat dari angka yang dikeluarkan polisi.
Dalam acara peringatan kebebasan Rusia dari era Soviet, Putin bertekad tidak akan goyah dengan aksi tuntutan tersebut.
"Kita tidak akan memberikan toleransi terhadap aksi yang menimbulkan guncangan sosial dan ekonomi," kata Putin di Kremlin dan disiarkan televisi nasional.
"Kita tidak menerima apapun yang akan memperlemah negeri ini atau memecah belah."
Dikatakan bahwa perubahan politik di masa mendatang hanya akan berdasarkan perhitungan dan stabilitas. Mantra yang sama disampaikan saat kampanye pemilihan presiden.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
HUKUM & HANKAM
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
INTERNASIONAL
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




