Parasyndicate: Benahi Manajemen Pemilu

Kamis, 28 Maret 2019 | 13:22 WIB
RW
WM
Penulis: Robertus Wardi | Editor: WM
Kotak suara Pemilu 2019.
Kotak suara Pemilu 2019. (Antara)


Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Eksekutif Para Syndicate Ari Nurcahyo mengatakan, mahalnya pemilu serentak karena rumit dan kompleksnya penyelenggaraan pemilu. Akibat dari pemilu serentak yang rumit memang melahirkan pembiayaan yang besar.

Mestinya, lanjut Ari, kerumitan pemilu itu yang harus dicari jalan keluarnya. Caranya dengan menghadirkan manajemen Pemilu yang berbiaya murah. Sayang, komitmen untuk melahirkan manajemen pemilu yang baik tidak ada dari segenap pemangku kepentingan.

"Manajemen pemilu masih amburadul sehingga kegiatan pemilu serentak belum membantu mengurangi biaya pemilu," kata Ari, saat dihubungi Beritasatu.com, Kamis (28/3)

Menurutnya, masalahnya tidak hanya terletak di penyelenggara. Partai politik (Parol) juga harus bertanggung jawab karena mereka tidak punya political will‎ atau keinginan untuk melahirkan pemilu berbiaya murah. Mestinya jika mereka memiliki komitmen tersebut, parpol yang memiliki wakilnya di parlemen mendesain aturan yang melahirkan tahapan pemilu yang murah.

"Saat ini, kebutuhan biaya untuk tiap tahapan pemilu masih sangat tinggi. Padahal antara Pileg dan Pilpres sudah disatukan. Ini karena parpol tidak punya komitemen lewat desai UU yang bisa mengurangi berbagai biaya pada tiap tahapan pemilu," jelas Ari.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon