Prestasi PS Kaimana di Eropa Jadi Kado HUT RI
Senin, 26 Agustus 2019 | 21:24 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Prestasi Sunset Mix Choir, Paduan Suara (PS) asal Kaimana, Papua Barat meraih medali emas di ajang Grand Prix of Nations Gothenburg 2019 & 4th European Choir Games di Gutenburg, Swedia, merupakan kado untuk HUT Ke-74 RI.
"Medali emas yang diperoleh di ajang internasional ini dipersembahkan masyarakat Papua sebagai kado HUT ke-74 RI. Ini juga memperlihatkan kepada seluruh rakyat Indonesia, bahwa Kaimana dari Papua juga mampu membawa harum nama Indonesia," ujar Bupati Kaimana Matias Mairuma kepada Beritasatu, Senin (26/8/2019).
Matias menambahkan, saat ini masyarakat Papua tengah bersedih dengan adanya tudingan miring yang menyulut kerusuhan di beberapa tempat. Ia berharap, prestasi Kaimana di Eropa itu bisa menjadi pelipur lara bagi masyarakat Papua.
Sunset Mix Choir meraih medali emas dari dua mata lomba yakni Mix Choir (Paduan Suara Campuran) dan Gospel atau Lagu Gerejawi.
Menurut Matias, PS asal Kaimana berhasil memecahkan kebuntuan sejarah. Soalnya, belum pernah ada paduan suara dari Indonesia yang mencapai prestasi itu sejak ajang tersebut digelar pertama kali di Austria pada 2016.
"Hasil ini selain memberi rasa percaya bagi personel Sunset Mx Choir untuk bisa tampil tahun depan di ajang Pesparawi XIII Se-Tanah Papua di Timika dan World Choir Games di Belgia yang kabarnya akan diikuti 100 negara. Kita tunjukkan bahwa Kaimana dan Papua juga bisa berprestasi jika ditangani dengan serius," tutur Matias.
Ia optimistis di Belgia tim paduan suara Kaimana bisa meraih gelar Champion. Saat ini, pihaknya terus melakukan audisi yakni menyeleksi lagi anggota yang memiliki potensi, latihan rutin dengan pelatih yang ada, dan sekaligus mencari dana.
"Semboyan Sunset Mix Choir adalah bernyanyi sampai ke ujung dunia untuk memuji dan memuliakan nama Tuhan. Tuhan memberkati Tanah Papua," tambah Matias.
Selain Sunset Mix Choir, dua tim asal Indonesia lainnya yaitu Gitabumi Voices dengan konduktor Tedy Eka Supriyandi dan Sparkling Singers dengan konduktor Dinar Primasti meraih medali emas untuk mata lomba musik Jaz dan Pop.
Duta Besar RI untuk Swedia Bagas Hapsoro menilai, prestasi tim dari Indonesia itu sebagai persembahan untuk HUT Kemerdekaan RI.
"Tim Indonesia tampil luar biasa. Saya bangga dengan mereka," ujar Bagas.
Kocek Pemkab Kaimana
Matias mengisahkan, dengan keterbatasan dana, pihaknya tetap berupaya berangkat ke Eropa. Pihak Pemprov Papua Barat sama sekali tidak menyokong pendanaan untuk Tim Sunset Mix Choir yang berjumlah 60 anggota itu ke Eropa. Nyaris satu bulan penuh, para anggota PS asal Kaimana ini berada di Eropa dengan pimpinan konduktor Hermantika Sinapa.
Bupati Kaimana Matias Mairuma turut mendampingi mereka. Setelah penyerahan medali emas, Matias juga sempat bertemu Presiden Interkultur, penyelenggara kegiatan itu dan sejumlah juri. Mereka mengaku kagum atas keberhasilan tim PS Kaimana. Apalagi, Kaimana merupakan kota kecil yang juga daerah pemekaran baru, ternyata mampu tembus level grand prix.
Matias mengisahkan, ia dan seluruh tim dari Kaimana terharu saat prosesi penyerahan medali. Ketika itu, bendera Merah Putih dan lambang daerah Kaimana dikibarkan dan dibawa berlari di atas panggung dengan disaksikan perwakilan dari 36 negara yang menjadi peserta ajang paduan suara internasional bergengsi tersebut. Medali emas itu menjadi istimewa, karena PS asal Kaimana bisa unjuk prestasi di ajang yang diikuti sekitar 600.000 anggota paduan suara yang digelar 3-10 Agustus 2019 itu.

Dijelaskan, Tim Sunset Mix Choir mengawali lomba dari tahap penyisihan (open turnamen) untuk lagu gerejawi. Tahap itu diikuti tim dari 36 negara, termasuk Tiongkok, AS, Prancis, dan Swiss. Ternyata, Sunset Mix Choir Kaimana menjadi pemenang dan mendapat medali emas.
"Perolehan itu memberi jaminan kepada tim kami untuk bisa ikut pada tahapan Grand Prix. Kami memutuskan ikut dengan melawan peserta dari AS dan Prancis yang memiliki dua tim," tutur dia.
Lalu, pada tahap grand prix, tim PS Kaimana mengikuti dua mata lomba yaitu PS Campuran dan Lagu Gerejawi. Ternyata, masing-masing memperoleh dua medali emas dan hanya terpaut nilai 1,4 poin dari tim Prancis yang meraih gelar champion.
Menurut Matias, dengan masuknya Tim PS Kaimana pada level grand prix, memberi nilai luar biasa. Sebab, tahun depan, Sunset Mix Choir tidak harus melalui tahapan penyisihan lagi atau open turnamen.
"Jadi bisa langsung ikut pada level grand prix. Selama Europen Choir Games dilaksanakan mulai dari Austria, Jerman, Latvia, dan tahun ini di Swedia, tim dari Indonesia tidak pernah lolos pada tahapan penyisihan, kini tim dari Kaimana bisa mencetak sejarah," papar Matias.
Persiapan paduan suara Kaimana menempuh jalan panjang. Prestasi berawal ketika Kaimana menjadi tuan rumah Pesparawi XII Se-Tanah Papua pada 2017. Ketika itu, hampir semua daerah, termasuk Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, menyatakan bahwa Kaimana sukses sebagai tuan rumah.
Ketika itu, Tim Pesparawi Kaimana berhasil menyabet emas pada mata lomba favorit Paduan Suara Campuran Dewasa.
Prestasi berlanjut pada Pesparawi Nasional 2018 di Pontianak. Saat itu, Provinsi Papua Barat berhasil menjadi juara umum dan tim Pesparawi Kaimana memperoleh medali emas untuk mata lomba favorit yakni Paduan Suara Campuran Dewasa.
Melihat hasil yang dicapai plus kondisi Kabupaten Kaimana sebagai kabupaten pemekaran, jelas Kaimana sudah layak go internasional dan didukung pelatih nasional. Makanya, Pemkab Kaimana memberanikan diri mengirim tim paduan suara ke Eropa.
"Kami diajak ikut lomba tingkat internasional agar anggota tim pesparawi Kaimana lebih percaya diri sekaligus sebagai reward atas hasil kerja kerasnya," kisah Matias.
Sepulang dari Pontianak, lanjut Matias, pihaknya langsung melakukan audisi dan tingkatkan jam latihan untuk persiapan mengikuti ajang di Gutenberg, Swedia. Setiap tahun, Pemkab Kaimana mengalokasikan dana untuk Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD).
Dana itu digunakan untuk biaya latihan, gaji pelatih, termasuk biaya ke Gutenburg.
"LPPD juga menggelar malam penggalangan dana untuk menutup kekurangannya. Bahkan, anggota paduan suara musti menggelar konser untuk mencari sendiri dana kekurangan. Soalnya, Pemda Provinsi Papua Barat tidak memberi dukungan dana," kata Matias.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




