Yunarto Wijaya: Buzzer Tidak Terelakkan di Era Keterbukaan
Selasa, 8 Oktober 2019 | 14:56 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya mengatakan bahwa fenomena buzzer merupakan sesuatu yang tidak terelakan di era demokrasi yang sangat menekankan keterbukaan. Apalagi, kata Yunarto, perkembangan dunia digital yang begitu pesat.
"Di era keterbukaan seperti sekarang ini, setiap orang bisa jadi jurnalis, bisa punya media sendiri, maka buzzer juga tak terelakan keberadaannya," ujar Yunarto saat dihubungi, Selasa (8/10/2019).
Buzzer Politik Belum Diatur dalam UU ITE
Menurut Yunarto, yang terpenting sekarang adalah membangun sistem dan aturan untuk mencegah dampak negetif dari buzzer yang tak bertanggung jawab. Salah satunya, kata dia, setiap pemegang akun media sosial harus bertanggung jawab atas apa yang diunggahnya.
"Setiap akun juga harus mempunyai identitas yang jelas sehingga kita bisa mengetahui siapa yang bertanggung jawab atas postingan-postingannya. Dengan identitas yang jelas, maka bisa dimintai pertanggungjawaban baik dalam kapasitasnya sebagai buzzer maupun sebagai pribadi," ungkap dia.
Kepala Staf Kepresidenan Minta Buzzer Berhenti Menyakiti
Termasuk, kata Yunarto, konten-konten yang disebarkan harus sesuai dengan aturan yang berlaku. Misalnya, konten bukan hoax dan tidak bernada provokatif.
"Kalau buzzer menyebarkan hoax, maka harus ditidak tegas sesuai dengan aturan yang berlaku, misalnya UU ITE," pungkas dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




