Ruhut Sindir Faktor Kesukuan Ical
Jumat, 13 Juli 2012 | 11:31 WIB
"Untuk (jadi) presiden bukan aku SARA, tapi sekali lagi aku ingatkan, kalau bukan dari suku nonjawa, saya mohon paling enggak bekerja lah, melobi untuk wakil presiden ya," kata Ruhut Sitompul.
Politikus Demokrat Ruhut Sitompul menyatakan soal suku jawa dan nonjawa masih menjadi faktor penjegal bagi calon presiden tunggal, Aburizal Bakrie (Ical), dengan memakai hasil Pemilukada DKI Jakarta sebagai acuannya.
Menurut Ruhut, Alex Noerdin, calon gubernur Golkar yang berasal dari Sumatera Selatan (Sumsel) kalah jauh di Jakarta tidak lepas dari faktor kesukuan tersebut.
"Sekarang pemilihan presiden, pemilihan gubernur, bupati, walikota langsung dipilih oleh rakyat, tapi untuk presiden bukan aku SARA (Suku, Agama, Ras, Antargolongan), tapi sekali lagi aku ingatkan, kalau bukan dari suku nonjawa, saya mohon paling enggak bekerja lah, melobi untuk wakil presiden ya," kata Ketua Departemen Komunikasi dan Informasi, Ruhut Sitompul, di gedung Parlemen, hari ini.
Ruhut menambahkan, hal tersebut merupakan faktor yang tak bisa diabaikan karena Ical berdarah Sumatera. "Jadi jangan main-main kalau nonjawa mau jadi calon presiden, saya mohon introspeksi," ungkap dia.
Diakui Ruhut, memang tak tertutup kemungkinan jika ada calon presiden dari suku di luar Jawa. Namun, lanjut dia, si calon dinilainya harus bekerja lebih keras.
Dalam kesempatan berbeda, anggota DPR dari Fraksi Golkar Agun Gunandjar Sudarsa mengatakan, persoalan suku jawa-nonjawa tak lagi menjadi pembahasan dalam Partai Golkar
Menurut dia, dengan mengusung Ical sebagai calon presiden, Golkar akan memaksimalkan mesin partai. "Kalau menurut saya hal itu (soal suku) buat Golkar sudah selesai dan pemilihan lebih pada figur dan mesin partai dan tidak ditentukan suku," kata Ketua Komisi II itu.
Politikus Demokrat Ruhut Sitompul menyatakan soal suku jawa dan nonjawa masih menjadi faktor penjegal bagi calon presiden tunggal, Aburizal Bakrie (Ical), dengan memakai hasil Pemilukada DKI Jakarta sebagai acuannya.
Menurut Ruhut, Alex Noerdin, calon gubernur Golkar yang berasal dari Sumatera Selatan (Sumsel) kalah jauh di Jakarta tidak lepas dari faktor kesukuan tersebut.
"Sekarang pemilihan presiden, pemilihan gubernur, bupati, walikota langsung dipilih oleh rakyat, tapi untuk presiden bukan aku SARA (Suku, Agama, Ras, Antargolongan), tapi sekali lagi aku ingatkan, kalau bukan dari suku nonjawa, saya mohon paling enggak bekerja lah, melobi untuk wakil presiden ya," kata Ketua Departemen Komunikasi dan Informasi, Ruhut Sitompul, di gedung Parlemen, hari ini.
Ruhut menambahkan, hal tersebut merupakan faktor yang tak bisa diabaikan karena Ical berdarah Sumatera. "Jadi jangan main-main kalau nonjawa mau jadi calon presiden, saya mohon introspeksi," ungkap dia.
Diakui Ruhut, memang tak tertutup kemungkinan jika ada calon presiden dari suku di luar Jawa. Namun, lanjut dia, si calon dinilainya harus bekerja lebih keras.
Dalam kesempatan berbeda, anggota DPR dari Fraksi Golkar Agun Gunandjar Sudarsa mengatakan, persoalan suku jawa-nonjawa tak lagi menjadi pembahasan dalam Partai Golkar
Menurut dia, dengan mengusung Ical sebagai calon presiden, Golkar akan memaksimalkan mesin partai. "Kalau menurut saya hal itu (soal suku) buat Golkar sudah selesai dan pemilihan lebih pada figur dan mesin partai dan tidak ditentukan suku," kata Ketua Komisi II itu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Trump Sesumbar AS Mudah Buka Selat Hormuz dan Ambil Minyak Iran




