10 WN Tiongkok di Kepri Negatif Virus Korona
Kamis, 30 Januari 2020 | 12:52 WIB
Tanjungpinang, Beritasatu.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatat 10 wisatawan mancanegara (wisman) asal Wuhan, Tiongkok, yang sempat menjalani perawatan medis di sejumlah rumah sakit daerah setempat dinyatakan negatif virus korona.
Kepala Dinkes Kepri, Tjetjep Yudiana di Tanjungpinang, Kamis (30/1/2020) mengatakan, 10 turis asing tersebut dirawat karena terindikasi gejala wabah korona, seperti demam, batuk, dan sesak nafas. Menurutnya, seperti dikutip Antara, pasien dirujuk oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) sebab saat melintasi alat thermal scanner di pintu masuk pelabuhan atau bandara, suhu tubuh mereka terekam di atas 38 derajat celcius.
"Maka itu perlu diobservasi ke rumah sakit. Mereka sempat dironsen dan diambil darahnya buat uji laboratorium, tetapi hasilnya memang negatif," ujar Tjetjep Yudiana. Dikatakan, 10 WNA tersebut sudah sembuh dan pulang ke negaranya.
Sebelumnya, mayoritas dari WNA itu berkunjung dan menginap di kawasan wisata Lagoy Bay, Bintan. Ada juga yang melakukan perjalananan wisata di daerah Kepri lainnya, seperti Karimun dan Batam.
"Masyarakat tak perlu khawatir. Sampai saat ini Kepri masih aman dari virus mematikan tersebut," tegasnya. Tjetjep menambahkan, semua wisman asal Tiongkok yang masih ada di Kepri kini masuk dalam pengawasan pemerintah daerah, khususnya Dinas Kesehatan/KKP.
Mereka juga telah dibekali kartu kewaspadaan kesehatan atau yang dikenal dengan "Hearlh Alert Card", sehingga dapat dipantau keberadaan tempat tinggalnya di Indonesia, khususnya Kepri. Selain itu, kartu tersebut dapat dipakai buat melapor ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala, seperti demam, batuk, dan sesak nafas.
"Kartu harus dibawa sekitar 14 hari berada di wilayah kita. Tetapi, jika masa kunjungan habis sebelum 14 hari dan kembali ke negara asal, berarti tidak harus dibawa lagi," lanjutnya.
Tjetjep turut menyampaikan bahwa Kepri sudah menyiapkan langkah antisipasi penyebaran virus tersebut, salah satunya menyiapkan ruang isolasi di rumah sakit jika sewaktu-waktu ditemukan suspect virus korona.
"Kami sudah menyiapkan 18 rumah sakit dengan peralatan, SDM, pola tata laksana kasus, serta alat pelindung diri yang memadai guna mencegah penyebaran virus mematikan tersebut," ucap Tjetjep.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




