Taruna dan Taruni Akpol Dibekali Pelajaran Berkaitan Teknologi
Minggu, 23 Februari 2020 | 20:40 WIB
Semarang, Beritasatu.com – Gubernur Akademi Kepolisian (Akpol) Inspektur Jenderal Fiandar menegaskan, para taruna dan taruni dibekali pelajaran yang berkaitan dengan teknologi. Sebab tantangan global ke depan salah satunya berkaitan erat dengan kemajuan informasi dan teknologi.
"Dari aspek kurikulum, kami mulai mengencangkan, dan menekankan kepada revolusi industri 4.0. Kalau masih pola konvensional, bisa ketinggalan. Kami selalu ikuti perkembangan. Diterjemahkan dalam kurikulum maupun praktik di lapangan," kata Fiandar kepada Beritasatu.com, pekan lalu.
Fiandar menambahkan kurikulum sepenuhnya disusun Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri. Fiandar menuturkan jumlah taruna dan taruni program Diploma IV setara sarjana terapan di Akpol sebanyak 1099 orang.
Saat ini taruna dan taruni tingkat IV sedang mengikuti skripsi di Polda Jawa Barat. Fiandar menyatakan pola pendidikan di Akpol 75% praktik, dan 25% teori.
"Kemana arah pendidikan? Kami ambil karakter 40%, pengetahuan 20%, keterampilan 20%, kesehatan 10%, dan jasmani 10%," ujar Fiandar.
Fiandar menuturkan, dosen internal di Akpol sebanyak 219 orang, dan eksternal 95 orang. Tenaga pengajar dengan kualifikasi S2 ke atas mencapai 58 orang, dan di bawah S2 ada 162 orang. Sementara staf pengajar eksternal dari kalangan S2 ke atas sebanyak 79 orang, dan S2 ke bawah 16 orang.
Di sisi lain, Fiandar mengapresiasi dan berterima kasih atas kunjungan spesifik Komisi III DPR di Akpol, Jumat (21/2/2020). Menurut Fiandar, Komisi III telah melihat langsung kondisi Akpol, sehingga nantinya dapat mengambil keputusan untuk peningkatan.
"Memang yang agak menyedihkan menyangkut sarana prasarana. Mess tempat tidur agak kurang maksimal," ujar Fiandar.
Seusai kunjungan wakil Ketua Komisi III Adies Kadir menegaskan Akpol merupakan kawah candradimuka Polri.
"Kami ingin melihat langsung bagaimana fasilitas dan pendidikan di Akpol. Akpol ini kan kawah candradimuka. Wadah pembentukan polisi yang betul-betul NKRI," kata Adies.
Secara keseluruhan, Adies mengapresiasi pendidikan di Akpol.
"Polisi-polisi yang dicetak sudah bagus-bagus. Terbukti dengan mulai meningkatnya kepercayaan masyrakat terhadap kepolisian," ungkap politisi Partai Golkar tersebut.
Adies menambahkan, sarana dan prasarana sudah sepatutnya diperbaiki. Sebab beberapa barang sudah puluhan tahun tidak diganti.
"Kami akan beri dukungan terkait anggaran. Ini akan kami koordinasikan dengan Kapolri dan Kepala Lemdikpol. Demikian lembaga penjamin mutu harus ada," ucap Adies.
Sementara itu, Anggota Komisi III dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Aboe Bakar Al Habsy berharap kekerasan tidak lagi terjadi di Akpol. "Kita berharap pendidikan di akpol ini berjalan dengan baik. Jangan ada lagi pendekatan-pendekatan yang sifatnya kekerasan," kata Aboe Bakar.
Menurut Aboe Bakar, Akpol sudah semestinya memakai teknologi pendidikan paling mutakhir. "Kita harap pembinaan, pendidikan, dan pelatihan untuk taruna dan taruni di Akpol semakin hari harus lebih baik lagi," tegas Aboe Bakar.
Anggota Komisi III dari Fraksi Partai Demokrat Mulyadi mengatakan, Akpol merupakan sebuah kebanggaan bangsa. "Kita semua pasti ingin mutu Akpol tidak boleh kalah dengan sekolah sejenis di negara tetangga," kata Mulyadi.
Mulyadi pun menyebut, "Minimal di tingkat ASEAN kita tidak boleh kalah. Kita harus unggul. Pendidikan adalah hal fundamental dalam menyiapkan sumber daya manusia Polri yang berkualitas. Akpol harus lebih sensitif terhadap dinamika di luar."
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




