Pemilik Indekos Selektif Pilih Penyewa Cegah Covid-19 di Jakarta
Rabu, 18 Maret 2020 | 15:39 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pemilik indekos atau rumah kos di wilayah Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat melakukan tindakan selektif dalam menerima calon penyewa untuk meminimalisir penyebaran virus korona atau Covid-19.
"Sejak virus ini merebak di Jakarta, saya jadi khawatir dan selektif betul dalam menerima calon penyewa kamar," kata salah seorang pemilik indekos, Leni (67), di Jakarta Pusat, Rabu (18/3).
Cara selektif yang dilakukan ialah menanyakan riwayat perjalanan, tempat kerja, asal usul termasuk memperhatikan secara kasat mata tanda-tanda atau gejala penyakit tertentu dari calon penyewa kamar. "Misalnya saat berkomunikasi dia bersin, batuk dan sebagainya maka saya tolak secara halus agar dia juga tidak merasa tersinggung," ujar dia.
Selain itu, Leni mengaku secara rutin terus menjaga kebersihan lingkungan indekos. Para penyewa juga sudah memiliki kesadaran dengan menyediakan hand sanitizer atau pembersih tangan. Sejak pemerintah menetapkan kebijakan karyawan untuk bekerja di rumah, sebagian penyewa indekos miliknya memilih pulang ke kampung halaman masing-masing. "Ada yang pulang ke Bandung, Bogor dan Medan," ujar dia.
Indekos yang dikelolanya sejak 2018 tersebut memiliki delapan kamar dilengkapi ventilasi atau ruang pergantian udara. Terkait harga sewa kamar, Leni mematok Rp 800 ribu per bulan.
Pengelola indekos lainnya, Hendra mengatakan hingga kini belum ada pembatasan untuk menerima calon penyewa kamar. Namun, ke depan bisa saja diterapkan mengingat dampak Covid-19 makin meluas.
"Mungkin akan ada pertimbangan pembatasan dulu karena kami juga khawatir calon penyewa itu bisa saja terinfeksi virus," ujar dia.
Ia mengatakan total terdapat 12 kamar kos, dua di antaranya masih kosong karena penyewa sebelumnya pindah. Setiap kamar dilengkapi ventilasi dan pendingin ruangan (air conditioner/AC). Terkait kebersihan, setiap harinya selalu ada petugas yang membersihkan dan mengambil sampah. "Untuk harga sewa kamar beda-beda mulai dari Rp 1,6 juta hingga Rp 1,7 juta per bulan," katanya.
Sementara itu, salah seorang penyewa indekos di Jakarta Pusat Asep, mengaku cukup waswas sejak wabah virus asal China tersebut mulai merebak di Tanah Air.
"Saya jadi khawatir juga, apalagi kalau ada calon penyewa baru karena kita tidak tau dia sehat atau malah terinfeksi," kata dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




