Ini Beda Batuk Kering dan Batuk Berdahak
Rabu, 8 April 2020 | 18:43 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Covid-19 menjadi satu penyakit yang kini menghantui semua orang di seluruh dunia. Penularannya yang cepat membuat Covid-19 menelan banyak korban. Penyakit yang disebabkan oleh virus Corona baru atau SARS-CoV-2 ini memiliki beberapa gejala utama, seperti demam, batuk, dan sesak napas.
Virus yang menyerang saluran pernapasan ini memang menyebabkan terjadinya batuk pada seseorang. Batuk kering menjadi ciri khas dari gejala utama Covid-19. Tapi, apakah Anda sudah mengetahui apa bedanya batuk kering dan batuk berdahak?
Batuk kering
Menurut National Health Service, batuk kering menyebabkan iritasi seperti sensasi geli atau gatal di tenggorokan yang tidak menghasilkan dahak. Biasanya batuk ini terjadi ketika adanya peradangan di saluran pernapasan.
Penyebab batuk kering yang paling umum adalah asma, penyakit gastroesophageal reflux (GERD), infeksi virus, dan penyebab yang kurang umum lainnya seperti iritasi lingkungan, batuk rejan, kanker paru-paru dan gagal jantung.
Batuk berdahak
Menurut NHS, batuk berdahak adalah jenis batuk yang membawa lendir ke tenggorokan, dan saat batuk Anda dapat merasakan lendir ini juga mendengar suara gemericik akibat lendir. Lendir diproduksi untuk membantu membersihkan saluran udara.
Batuk berdahak lebih sering disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri, yang kemudian menyebabkan pilek atau flu. Jika Anda mengalami batuk berdahak yang terus-menerus terjadi, ini bisa jadi disebabkan oleh bronkitis, pneumonia, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), asma, dan fibrosis kistik.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet menemukan bahwa 36 anak-anak terinfeksi virus Corona. Tiga belas anak mengalami demam dan tujuh anak menderita batuk kering.
Menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), per 20 Februari 2020, berdasarkan 55924 kasus yang dikonfirmasi, tanda dan gejala khas dari Covid-19 adalah demam (87,9 persen) dan batuk kering (67,7 persen).
Jadi, jika Anda menderita batuk kering disertai dengan demam dan sesak napas, segeralah konsultasikan kondisi Anda ke dokter untuk segera mendapatkan perawatan medis yang tepat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Rusia Buka Peluang Kerja Sama Antariksa dengan ASEAN
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
TNI Gelar Gladi Resik Sambut Jenazah Mayor Zulmi di Rumah Duka




