Pandemi Covid-19, Baznas Larang Pembagian Bantuan yang Rawan Kerumunan
Senin, 20 April 2020 | 21:09 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Pusat meminta kepada seluruh Baznas daerah di seluruh Indonesia agar menghindari pemberian bantuan yang bisa mengundang kerumunan. Baznas meminta agar bantuan bisa diberikan dengan cara yang tidak mengundang antrean yang memicu terjadinya kerumunan.
"Berkumpulnya massa sangat berbahaya untuk penularan dalam kondisi pandemi Covid-19. Kami mengimbau bantuan tidak diberikan dengan cara membuat antrean mustahik tapi dengan mendatangi satu per satu ke rumah pihak-pihak yang perlu dibantu melalui amil dan relawan yang dimiliki Baznas daerah," kata Direktur Utama Baznas M Arifin Purwakananta kepada wartawan di Jakarta, Senin (20/4/2020).
Dia mengatakan penyaluran bantuan dengan membuat antrean massa sangat menyalahi aturan protokol pencegahan Covid-19 dan arahan pembatasan fisik dalam pencegahan virus berbahaya ini.
Komentar Arifin itu ke luar setelah unsur Baznas Kabupaten Bogor membagikan bantuan kepada mustahik di kawasan itu yang memicu terjadinya kerumunan.
Baznas Kabupaten Bogor menyanggah mengundang massa penerima bantuan tetapi mereka mendatangi kantor. Untuk menenangkan massa, Baznas Kabupaten Bogor memberikan logistik yang ada kepada massa yang hadir.
"Baznas daerah saya dorong dapat ikut mencegah pengumpulan massa dalam bentuk apapun untuk mencegah penyebaran virus, termasuk berkumpulnya mustahik. Baznas daerah diharapkan memberi bantuan aktif bukan pasif. Juga berhati-hati dalam komunikasi bantuan kepada pihak-pihak, meskipun dengan maksud koordinasi atau pendataan," kata Arifin.
Arifin mengatakan dalam kondisi pandemi perlu ditanamkan prinsip kehati-hatian dalam pelaksanaan kegiatan yang berhubungan dengan masyarakat banyak.
Untuk itu, protokol pencegahan Covid-19 harus benar-benar dijaga dan dilaksanakan secara tertib oleh para pihak, khususnya tim yang berada di lapangan. "Contohlah seperti yang dicontohkan Baznas Pusat," kata dia.
Baznas Pusat, kata dia, membentuk tim Layanan Aktif Baznas, yang menjadi contoh pemberian bantuan aktif mendatangi mustahik bukan membuat mereka mendatangi kantor.
Dalam pendistribusian misalnya bantuan Paket Logistik Keluarga, dia mengatakan Baznas Pusat menerapkan sistem pendistribusian bantuan dilakukan langsung oleh amil dan relawan Baznas.
Sebelum dilakukan pendistribusian, kata dia, Baznas lebih dulu menurunkan tim survei lapangan agar bantuan yang diberikan sesuai dengan warga yang membutuhkan. Bantuan juga disesuaikan dengan kebutuhan mustahik.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




