Kagama Membangun Ekonomi Indonesia Lewat Inkubasi Bisnis
Minggu, 17 Mei 2020 | 18:10 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - PP Kagama berusaha menghimpun alumni yang sudah memiliki bisnis dan mau menyumbang waktu dan pikirannya untuk membina sesama alumni, maupun bukan alumni UGM. Salah satu alumni yang bersedia berpartisipasi dalam program kerja inkubasi bisnis ini adalah Silih Agung Wasesa, alumni Fak Psikologi UGM yang dikenal sebagai konsultan brand, konsultan marketing, dan business coach.
"Kami akan membantu PP Kagama, memfasilitasi, jika butuh mentor dan sarana. Kagama Inkubasi Bisnis ini bisa dibilang sebagai arah baru dharma bakti alumni. Seperti yang kita tahu alumni UGM lebih banyak berkiprah di dunia politik dan pemerintahan, tapi sebenarnya banyak juga alumni UGM yang sukses berbisnis." ujar Silih Agung Wasesa dalam seminar daring Kagama Inkubasi Bisnis IX, yang bertajuk Business Survival "Memperkokoh Daya Tahan Usaha untuk Kelangsungan Bisnis dalam Situasi Pandemi Covid-19" pada Sabtu (16/5/2020).
Acara yang diikuti lebih dari 400 peserta tersebut diselenggarakan oleh Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (PP Kagama). Bertindak sebagai keynote speaker, Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan RI/ Waketum PP Kagama.
Selain Silih, narasumber yang hadir Rahmat Hidayat, Dosen Fakultas Psikologi UGM dan co-Founder RETA Consulting Indonesia; dan Amalia Prabowo, Direktur GETI eCommerce Entrepreneur Incubator, dengan moderator Aji Erlangga, Kadep Peningkatan Kompetensi Alumni UGM. Ketiga narasumber tersebut merupakan calon mentor dari Kagama Inkubasi Bisnis.
Silih mengatakan, sebetulnya alumnus UGM bisa menggerakkan ekonomi Indonesia dengan jaringan yang ada. Selain alumnus, Kagama Inkubasi Bisnis juga dapat memfasilitasi mahasiswa yang ingin berbisnis dan berinvestasi.
"Sebetulnya jaringan alumni UGM sangat luas, dari pemerintahan hingga private sektor. Seharusnya ini jadi peluang mengembangkan usaha."
"Visi utama Kagama Inkubasi Bisnis adalah inkubasi dan akselerasi. Selain mengakselerasi bisnis yang sudah ada, KagamaInkubasi Bisnis juga mengeluarkan langkah kerja untuk meningkatkan ekonomi negeri," ujar Founder and Managing Director AsiaPR ini.
Terkait pandemi Covid-19, alumni yang bergerak di private sekctor sudah pasti terdampak. Sehubungan dengan langkah kerja tersebut dan respon terhadap krisis, Silih mengusulkan fungsi Kagama Inkubasi Bisnis juga sebagai crisis center untuk meringankan beban mereka.
Tujuan jangka panjangnya, membangun inkubator bisnis dengan pola sociopreneurship. Dengan demikian para alumnus bisa membangun ekonomi Indonesia yang lebih luas. "Nilai-nilai penting yang dibawa dalam crisis center ini yaitu, care. Kita di sini bantu, alumnus yang menjadi pelaku usaha untuk berkembang, jadi tak hanya sekadar mencari untung saja."
"Kagama Inkubasi Bisnis nantinya lebih fokus ke alumnus yang memang serius menjalankan usaha dan sudah berjalan bisnisnya. Kemudian akan kita kurasi dan business coaching, mana UMKM yang mau bergerak, bukan yang hanya menunggu bantuan modal," jelasnya.
Kurasi dan business coaching dalam penerapannya, tidak hanya membiarkan pelaku usaha berhenti di tahap pengembangan idenya yang kreatif, tetapi juga sampai pada tahap memperoleh keuntungan dan memiliki kondisi finansial yang lebih baik.
Inkubasi bisnis Kagama juga direncanakan memberikan bimbingan new normal model business di masa pandemi, seperti e-commerce. Pelaku usaha diajak untuk peka terhadap tren bisnis di e-commerce dan paham posisi produk mereka di e-commerce, terutama di masa pandemi Covid-19.
Di samping itu, juga ada kegiatan business for non business people yakni, memberikan bimbingan kepada mereka yang tidak biasa berbisnis atau masih pemula, seperti mahasiswa, karyawan, dan bagi yang sedang mempersiapkan pensiun.
Langkah inkubasi bisnis lainnya, usul Silih, yaitu pembentukan academy business. Sebuah program untuk menjaring entrepreneur melalui serangkaian tahapan, mulai dari roadshow, workshop, coaching class, hingga partnership.Terakhir, adalah kegiatan business matching untuk unit usaha yang sudah berkembang pesat. Lewat inkubasi bisnis, para pelaku usaha akan dikenalkan dengan para alumnus yang menjadi investor, tetapi didahului dengan identifikasi kebutuhan bisnisnya.
"Sebagian alumni ada yang sudah sukses dengan bisnisnya, tetapi ada juga yang belum berkembang. Intinya di masa pandemi ini, kami mengajak para alumnus di private sector untuk saling peduli," ungkap Dosen Komunikasi Politik di Program Pascasarjana Universitas Paramadina itu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




