Penerima BLT Dana Desa Mayoritas Petani dan Buruh Tani

Rabu, 1 Juli 2020 | 15:24 WIB
H
IC
Penulis: Herman | Editor: CAH
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrai (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar memaparkan progress penyaluran BLT Dana Desa dalam Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR RI, Rabu, 1 Juli 2020.
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrai (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar memaparkan progress penyaluran BLT Dana Desa dalam Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR RI, Rabu, 1 Juli 2020. (Beritasatu.com/Herman)

Jakarta, Beritasatu.com – Di masa pandemi Covid-19 ini, pemerintah menggulirkan program bantuan langsung tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa, guna membantu masyarakat miskin di desa yang belum mendapatkan berbagai skema bantuan sosial (bansos). BLT Dana Desa diberikan selama enam bulan, di mana pada tiga bulan pertama diberikan sebesar Rp 600.000 dan tiga bulan berikutnya Rp 300.000.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menyampaikan, hingga 29 Juni 2020, desa yang sudah menyalurkan BLT Dana Desa sebanyak 70.546 desa, atau setara 94 persen dari total desa yang potensial menyalurkan BLT Dana Desa sebanyak 74.835 desa. Nilainya sebesar Rp 4.501.493.400.000.

"BLT Dana Desa sudah tersalur di 70.546 desa. Untuk penerimanya ada sebanyak 7.502.489 KPM (Keluarga Penerima Manfaat)," kata Abdul Halim Iskandar saat mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR RI, Rabu (1/7/2020).

Dari total BLT Dana Desa yang sudah disalurkan tersebut, Abdul Halim menyampaikan mayorita pekerjaan kepala keluarga penerima BLT Dana Desa adalah petani dan buruh tani serta perempuan kepala keluarga (Pekka).

Rinciannya adalah petani dan buruh tani berjumlah 6.602.190 orang (88 persen), pedagang dan UMKM 394.345 orang (5 persen), nelayan dan buruh nelayan 315.028 orang (4 persen), buruh pabrik 152.249 orang (2 persen), dan guru 38.677 orang (1 persen).

"Penerima BLT Dana Desa ini sebanyak 2.025.672 orang atau 27 persen adalah perempuan kepala keluarga. KPM yang anggotanya menderita penyakit kronis atau menahun sebesar 283.392 keluarga, kemudian petani dan buruh tani sebanyak 6.602.190 orang atau 88 persen," paparnya.

Abdul Halim menjelaskan, sistem pendataan yang digunakan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi menggunakan pendekatan kesepakatan dengan indikator-indikator umum berbasis RT, serta dilakukan oleh tiga relawan desa.

"Bila tiga relawan desa ini mengatakan si A layak karena terdampak Covid-19, maka InshaAllah solid. Semua data ini yang 7.502.489 KPM dalam proses pengiriman by name by address, sudah mencapai kurang lebih lima juta sekian, yang nanti juga (datanya) akan kita kirim ke Pak Menteri Sosial. Setelah Covid-19 selesai, tentu desa tidak lagi melaksanakan BLT Dana Desa karena nanti kewenangan ada di Kementerian Sosial," kata Abdul Halim.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon