Aptisi: Keberhasilan Kuliah Daring Hanya 30% Selama Pandemi
Selasa, 14 Juli 2020 | 23:06 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) telah berlangsung selama empat bulan. Namun, hingga saat ini masih banyak kendala yang dihadapi baik di tingkat pendidikan dasar dan menengah maupun di perguruan tinggi. Bahkan diprediksi tingkat keberhasilan PJJ hanya 30% saja.
"Hal ini disebabkan karena perguruan tinggi, dosen, dan mahasiswa tidak memiliki kesiapan dalam mengadakan bahan ajar, tidak memiliki hardware dan software PJJ yang memadai, dan pemerintah tidak menyediakan jaringan internet yang baik sampai pelosok Tanah Air, serta mahalnya kuota internet," kata Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi), Budi Djatmiko, pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Panja Pendidikan Jarak Jauh di Komisi X DPR, Jakarta, Selasa (14/7/2020).
Budi mengatakan, pelaksanaan PJJ di PT sebetulnya telah dilakukan sejak beberapa tahun lalu merujuk pada Permendikti Nomor 51 Tahun 2018 Pasal 53. Namun Permendikti itu hanya membatasi PJJ dilaksanakan di PT berakreditasi A dan unggul. Tak heran jika saat pandemi yang mengharuskan semua kampus menggelar kuliah daring, banyak PT yang belum terbiasa karena pelaksanaannya amat terbatas.
Untuk itu Budi mengusulkan, agar pelaksanaan PJJ kian berkualitas, pemerintah mencabut Permendikti Nomor 51 Tahun 2018 tersebut. Diharapkan, dengan hilangnya batasan pelaksanaan PJJ hanya di PT berakreditasi A dan unggul, seluruh PT di Tanah Air bisa menggelar PJJ dan semua civitas akademi bisa terbiasa melaksanakan PJJ.
Selanjutnya, pemerintah juga diminta untuk mempertimbangkan infrastruktur termasuk biaya internet. Pasalnya, kuota internet mahal membuat mahasiswa sulit mengakses pendidikan selama pandemi. Ia juga mengusulkan, pemerintah untuk segera membuat jaringan fiber optik dan atau satelit agar memudahkan akses internet.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




