Menko PMK Serahkan 65.000 Rumah Tahan Gempa kepada Warga NTB
Jumat, 28 Agustus 2020 | 17:01 WIB
Lombok Tengah, Beritasatu.com - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyerahkan secara simbolis kunci rumah tahan gempa sebanyak 65.000 unit kepada warga Nusa Tenggara Barat (NTB) yang terdampak gempa. Penyerahan dilakukan di Desa Teratak, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah, NTB, Jumat (28/8/2020).
Dalam kesempatan ini Menko PMK sekaligus menyosialisasikan gerakan pemakaian masker di ruang publik yang dihadiri warga, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan aparatur daerah.
Dalam sambutannya Menko PMK meminta masyarakat penerima bantuan untuk segera menghuni rumah bantuan dari pemerintah pusat tersebut. Ia juga berpesan agar hunian tetap ini dirawat dan dimanfaatkan dengan baik.
"Pemerintah sudah selesai bangun. Saya mohon segera dihuni dan dirawat karena bangunan bagus tidak menjamin bisa digunakan lama kalau tidak dirawat dengan baik. Masalah kita mudah bangun tapi sulit merawat," kata Menko PMK.
Baca juga: Kampanye Gerakan Pakai Masker, Menko PMK Bagikan 2 Juta Masker kepada Warga NTB
Menurut Muhadjir, hunian tetap yang dibangun pemerintah ini tahan gempa sehingga diharapkan warga lebih aman dan nyaman apabila nanti kembali terjadi gempa.
"Mudah mudahan tidak terjadi gempa. Tapi kalau Allah mengizinkan (gempa terjadi), masyarakat jauh lebih aman dan nyaman dibanding yang terjadi sebelumnya," kata Muhadjir.
"Saya mewakili Presiden Jokowi menyerahkan kunci rumah yang sudah selesai dibangun kepada warga yang sudah dapat bantuan. Yang belum selesai akan segera kita susulkan," kata Menko.
Menurut Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, Ir Ahmadi mengatakan, total target hunian tetap (huntap) yang akan dibangun sebanyak 226.204 unit. Namun baru terealisasi 89,71% atau 202.917 unit. Hunian ini terdiri dari 74.707 rusak berat, 36.312 rusak sedang, dan rusak ringan sebanyak 115.185.
Ahmadi mengatakan, para penerima bantuan huntap ini sesuai kriteria kerusakan rumah. Untuk rekonstruksi rumah yang rusak berat mendapatkan bantuan senilai Rp 50 juta/rumah dengan standar minimalis 6x6. Huntap ini didesain untuk tahan gempa dengan karakteristik seperti memiliki struktur pondasi kuat dan menggunakan beton bertulang.
Baca juga: Jokowi Minta Rehabilitasi 40.000 Rumah di NTB Dipercepat
Proses pengerjaan rumah ini melalui mekanisme kelompok masyarakat (pokmas) yang dibantu tenaga fasilitator.
Proses rehabilitasi dan rekonstruksi Lombok dan daerah sekitar dilakukan pascagempa NTB dengan magnitudo 7,0. Gempa yang terjadi pada 5 Agustus 2018 lalu itu mengakibatkan ratusan ribu rumah rusak. Total korban jiwa meninggal mencapai 564 jiwa dan luka-luka 1.886.

Pada kesempatan ini, Menko PMK yang didampingi Gubernur NTB dan pejabat eselon 1 Kemko PMK juga menyerahkan sejumlah bantuan yang berasal dari kementerian/lembaga. Di antaranya, bantuan 1 juta masker kain dari BNPB, 4.000 masker revolusi mental, 120.000 masker dan makanan tambahan bagi balita serta ibu hamil dari Kemenkes .
Bantuan lain, Rp 50 juta untuk TPQ Al Munawar, Desa Teratak dari Kementerian Agama. Bantuan Rp60 juta untuk Ponpes Darussalimin, Desa Mantang. Ada pula peresmian gedung workshop Keterampilan MAN 1 Lombok Tengah senilai Rp 2,7 miliar, dan bantuan lainnya.
Menko PMK juga berkesempatan mengunjungi Kampung Sehat, Desa Mantang di Lombok Tengah sekalian membagikan masker kepada warga.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Skuad Timnas AS pada Piala Dunia 2026 Akan Diumumkan 26 Mei




