Kepala Eijkman: Pengembangan Vaksin Merah Putih Sudah 50%

Kamis, 3 September 2020 | 13:32 WIB
WP
WP
Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo | Editor: WBP
PT Merck Indonesia Tbk perusahaan sains dan teknologi memberikan donasi berupa peralatan dan material riset senilai Rp 1,2 miliar untuk mendukung Lembaga Biologi Molecular Eijkman dalam percepatan penelitian vaksin di Indonesia.
PT Merck Indonesia Tbk perusahaan sains dan teknologi memberikan donasi berupa peralatan dan material riset senilai Rp 1,2 miliar untuk mendukung Lembaga Biologi Molecular Eijkman dalam percepatan penelitian vaksin di Indonesia. (Dok )

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Lembaga Biologi Molecular Eijkman Amin Soebandrio mengatakan, progres pengembangan vaksin corona (Covid-19) milik Indonesia atau dikenal vaksin Merah Putih sudah mencapai 50 persen.

"Kalau dilihat presentasenya, vaksin Merah Putih sudah sekitar 50 persen. Saat ini kami tinggal menunggu protein yang akan diekskresikan oleh sel mamalia. Paralel kami juga akan menggunakan sel mamalia mana yang efektif," kata Amin dalam webinar bersama media bertajuk 'Merck Bantu Lembaga Eijkman Percepat Hadirkan Vaksin Covid-19' di Jakarta, Kamis (3/8/2020).

Saat ini kata dia, prosesnya sudah memasuki tahap pembuatan sub unit protein sebagai platform yang terpilih. Setelah proses ekskresi selesai, penelitian dilanjutkan pada uji coba hewan.

Jika berjalan sesuai target, Amin berharap uji klinis bisa dimulai dalam waktu dua atau tiga bulan ke depan. Dijadwalkan pada Febuari hingga Maret 2021 vaksin Covid-19 bisa diberikan ke industri. "Kami berupaya bisa cepat. Artinya apabila ada prosedur yang bisa diperpendek, akan kami lakukan termasuk penggunaan berbagai peralatan laboratorium yang memungkinkan kita bekerja bisa cepat," ujarnya.

Secara keseluruhan, proses pembuatan vaksin membutuhkan waktu bertahun-tahun. Namun Lembaga Eijkman berupaya membuat benih vaksin hanya dalam waktu satu tahun.

Namun kata Profesor Amin, percepatan pembuatan vaksin Covid-19 perlu didukung dengan teknologi yang memadai.

Sementara dalam kesempatan itu, PT Merck Indonesia Tbk perusahaan sains dan teknologi memberikan donasi berupa peralatan dan material riset senilai Rp 1,2 miliar untuk mendukung Lembaga Biologi Molecular Eijkman dalam percepatan penelitian vaksin di Indonesia.

President Director PT Merck Chemicals and Life Sciences, Christopher Thomas mengatakan, Merck di Indonesia mendukung pemerintah melawan Covid-19. "Merck menyediakan produk dan layanan yang memberikan solusi bagi ilmuwan untuk mendeteksi dan mengkarakterisasi virus serta mengembangkan vaksin," kata dia.

Merck mendonasikan reagents dan consumable untuk membuat viral transport medium yaitu media dalam tabung untuk penyimpanan sampel dari uji swab pasien. VTM berfungsi menjaga kualitas sampel yang mengandung virus dari tempat pengambilan uji swab seperti klinik rumah sakit, pusat layanan kesehatan ke laboratorium.

Merck juga mendonasikan RiOs™ Essential Water Purification System yaitu sistem purifikasi air ideal untuk laboratorium yang membutuhkan produksi konstan air murni tipe-3 kualitas tinggi. RiOs Essential mengintegrasikan teknik pemurnian air lengkap termasuk pre-treatment dan membran reverse osmosis (RO) berkinerja tinggi. Selain itu, Merck juga mendonasikan Magpix yang terdiri dari Luminex® dan MILLIPLEX® MAP yaitu sarana pendukung riset imunologi untuk mempelajari dinamika Covid-19 dalam sampel pasien.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon