BAB di Kloset Duduk Tingkatkan Risiko Ambeien
Minggu, 2 September 2012 | 14:57 WIB
BAB di kloset duduk mempertinggi kemungkinan tercipta ambeien karena harus sering mengejan.
Posisi saat membuang air besar bisa berpengaruh terhadap "kesuksesan" prosesnya. Waktu yang dihabiskan saat BAB dalam posisi duduk atau jongkok pun berbeda. Makin lama BAB, makin besar kemungkinan orang mengejan keras, makin tinggi risiko bawasir.
Pemimpin studi ini, dr Dov Sikirov, mencari tahu perbedaan posisi saat membuang kotoran itu terhadap kesehatan tubuh maupun lama prosesnya.
Dr Sikiov menginstruksikan beberapa partisipan yang sudah dibagi dalam kelompok berbeda untuk membuang kotorannya di kakus berketinggian berbeda. Grup pertama di kloset duduk dengan ketinggian 16 inci, grup kedua di kloset berketinggian 12 inci, dan grup lain berjongkok di atas wadah plastik.
Setiap partisipan diminta untuk mencatat waktu proses pembuangannya. Saat berjongkok, rata-rata partisipan butuh waktu 51 detik untuk membuang kotorannya. Sementara saat BAB di toilet duduk yang tinggi, rata-rata partisipan butuh waktu sekitar 130 detik.
Dalam studi lanjutan yang dilakukan oleh beberapa peneliti Jepang menemukan, sudut rektum partisipan terlihat berbeda cukup jauh. Dalam posisi duduk, sudut rektum berada di kemiringan sekitar 100 derajat, sementara dalam posisi jongkok, kemiringannya 126 derajat.
Partisipan yang membuang air sambil berjongkok mengaku pengalaman BAB-nya tak terlalu sulit, dalam arti, tak butuh upaya mengejan terlalu sering/keras. Kebalikannya, BAB dengan posisi duduk, lebih sering dan lebih keras mengejan. Mengejan keras dan sering menimbulkan risiko timbulnya bawasir (lebih dikenal dengan nama wasir/ambeien).
Ambeien bisa terjadi akibat terlalu sering mengejan saat pergerakan kotoran dalam perut menuju dubur, akibat sembelit, duduk dalam waktu lama, infeksi anus, serta akibat beberapa penyakit, salah satunya sirosis (pengerasan) hati.
Gejala-gejala ambeien antara lain; anus gatal, anus sakit, keluar darah, adanya anus yang ikut keluar bersama kotoran, atau ada gumpalan yang menggelayut di dubur. Bila Anda mengalami hal-hal ini, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.
Posisi saat membuang air besar bisa berpengaruh terhadap "kesuksesan" prosesnya. Waktu yang dihabiskan saat BAB dalam posisi duduk atau jongkok pun berbeda. Makin lama BAB, makin besar kemungkinan orang mengejan keras, makin tinggi risiko bawasir.
Pemimpin studi ini, dr Dov Sikirov, mencari tahu perbedaan posisi saat membuang kotoran itu terhadap kesehatan tubuh maupun lama prosesnya.
Dr Sikiov menginstruksikan beberapa partisipan yang sudah dibagi dalam kelompok berbeda untuk membuang kotorannya di kakus berketinggian berbeda. Grup pertama di kloset duduk dengan ketinggian 16 inci, grup kedua di kloset berketinggian 12 inci, dan grup lain berjongkok di atas wadah plastik.
Setiap partisipan diminta untuk mencatat waktu proses pembuangannya. Saat berjongkok, rata-rata partisipan butuh waktu 51 detik untuk membuang kotorannya. Sementara saat BAB di toilet duduk yang tinggi, rata-rata partisipan butuh waktu sekitar 130 detik.
Dalam studi lanjutan yang dilakukan oleh beberapa peneliti Jepang menemukan, sudut rektum partisipan terlihat berbeda cukup jauh. Dalam posisi duduk, sudut rektum berada di kemiringan sekitar 100 derajat, sementara dalam posisi jongkok, kemiringannya 126 derajat.
Partisipan yang membuang air sambil berjongkok mengaku pengalaman BAB-nya tak terlalu sulit, dalam arti, tak butuh upaya mengejan terlalu sering/keras. Kebalikannya, BAB dengan posisi duduk, lebih sering dan lebih keras mengejan. Mengejan keras dan sering menimbulkan risiko timbulnya bawasir (lebih dikenal dengan nama wasir/ambeien).
Ambeien bisa terjadi akibat terlalu sering mengejan saat pergerakan kotoran dalam perut menuju dubur, akibat sembelit, duduk dalam waktu lama, infeksi anus, serta akibat beberapa penyakit, salah satunya sirosis (pengerasan) hati.
Gejala-gejala ambeien antara lain; anus gatal, anus sakit, keluar darah, adanya anus yang ikut keluar bersama kotoran, atau ada gumpalan yang menggelayut di dubur. Bila Anda mengalami hal-hal ini, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
HUKUM & HANKAM
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




