ITS Peringkat Kedua E-Icon di Korea
Selasa, 18 September 2012 | 01:51 WIB
Program yang diciptakan ini untuk membantu masyarakat lebih fokus belajar tentang hal yang terkait dengan kearifan lokal masing-masing daerah.
Dua mahasiswa jurusan Teknik Informatika Institut Teknologi Surabaya (ITS) menduduki peringkat kedua dalam di ajang "E-Learning International Contest of Outstanding New Ages" (e-ICON) World Contest di Incheon dan Seoul, Korea Selatan, 9-13 September 2012.
"Dulu kami cuma iseng cari lomba di internet, lalu ikut begitu saja," kata mahasiswa angkatan 2011 Maranu Toto Negoro didampingi rekannya Raden Aditya Brahmana setiba di Surabaya.
Dalam lomba yang diikuti 18 negara dari seluruh dunia dengan total peserta 20 tim dan 96 peserta itu, dirinya bersama rekannya merupakan satu-satunya wakil Indonesia dari tingkat perguruan tinggi.
"Lomba itu digelar oleh Kementerian Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Korea Selatan untuk menantang peserta dalam menciptakan program yang bisa memberikan solusi untuk memanfaatkan teknologi di bidang edukasi," katanya.
Menurutnya, ide yang digagas dalam lomba ini, yakni e-learning tentang pembelajaran iklim dan cuaca. Mereka berdua sengaja memilih tema tersebut, karena terjadi bencana alam angin topan sekitar seminggu sebelum lomba dihelat.
Dengan menembak sisi tersebut, mereka memasukkan tips dalam menghadapi topan, bahkan edukasi tentang cara mengetahui arah datangnya topan pun mereka masukkan dalam program.
"Program yang kami ciptakan ini untuk membantu masyarakat lebih fokus belajar tentang hal yang terkait dengan kearifan lokal masing-masing daerah, sehingga bisa lebih meningkatkan produktivitas dari daerah setempat," katanya.
Awalnya, seleksi dilakukan dari proposal yang mereka kirim pada awal Agustus lalu. Kemudian proposal itu dinyatakan lolos dan pemerintah Korea Selatan membiayai semua akomodasi mereka menuju venue perlombaan.
"Uniknya, dalam lomba ini, kami hanya diberi waktu selama tiga hari untuk membuat program pembelajaran dengan media e-learning. Waktu singkat tersebut tentu saja menjadi tantangan tersendiri bagi kami. Beruntung, kami sudah siap sejak masih di Indonesia," katanya.
Dua mahasiswa jurusan Teknik Informatika Institut Teknologi Surabaya (ITS) menduduki peringkat kedua dalam di ajang "E-Learning International Contest of Outstanding New Ages" (e-ICON) World Contest di Incheon dan Seoul, Korea Selatan, 9-13 September 2012.
"Dulu kami cuma iseng cari lomba di internet, lalu ikut begitu saja," kata mahasiswa angkatan 2011 Maranu Toto Negoro didampingi rekannya Raden Aditya Brahmana setiba di Surabaya.
Dalam lomba yang diikuti 18 negara dari seluruh dunia dengan total peserta 20 tim dan 96 peserta itu, dirinya bersama rekannya merupakan satu-satunya wakil Indonesia dari tingkat perguruan tinggi.
"Lomba itu digelar oleh Kementerian Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Korea Selatan untuk menantang peserta dalam menciptakan program yang bisa memberikan solusi untuk memanfaatkan teknologi di bidang edukasi," katanya.
Menurutnya, ide yang digagas dalam lomba ini, yakni e-learning tentang pembelajaran iklim dan cuaca. Mereka berdua sengaja memilih tema tersebut, karena terjadi bencana alam angin topan sekitar seminggu sebelum lomba dihelat.
Dengan menembak sisi tersebut, mereka memasukkan tips dalam menghadapi topan, bahkan edukasi tentang cara mengetahui arah datangnya topan pun mereka masukkan dalam program.
"Program yang kami ciptakan ini untuk membantu masyarakat lebih fokus belajar tentang hal yang terkait dengan kearifan lokal masing-masing daerah, sehingga bisa lebih meningkatkan produktivitas dari daerah setempat," katanya.
Awalnya, seleksi dilakukan dari proposal yang mereka kirim pada awal Agustus lalu. Kemudian proposal itu dinyatakan lolos dan pemerintah Korea Selatan membiayai semua akomodasi mereka menuju venue perlombaan.
"Uniknya, dalam lomba ini, kami hanya diberi waktu selama tiga hari untuk membuat program pembelajaran dengan media e-learning. Waktu singkat tersebut tentu saja menjadi tantangan tersendiri bagi kami. Beruntung, kami sudah siap sejak masih di Indonesia," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
HUKUM & HANKAM
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
INTERNASIONAL
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




