Berhenti Merokok Bikin Tidur Lebih Nyenyak
Kamis, 20 September 2012 | 10:51 WIB
Tidur nyenyak menurunkan risiko obesitas, diabetes dan penyakit jantung.
Merokok ternyata bisa membuat kualitas tidur terganggu dan waktu tidurnya pun menjadi lebih pendek.
Bukti tersebut ditemukan dalam sebuah survei terbaru yang dilakukan oleh para ilmuwan dari Jerman terhadap 1.100 perokok.
Hasil survei menunjukkan, bahwa 17 persen perokok mengaku tidur kurang dari enam jam. Sementara, 28 persen mengatakan, mereka tidak mendapatkan kualitas tidur yang baik.
Sedangkan dari 1.200 non-perokok, hanya sekitar tujuh persen di antaranya yang mengalami gangguan tidur.
Stefan Cohrs, peneliti dari Sekolah Kedokteran Charite, Berlin, Jerman mengatakan, penelitian tersebut menunjukkan adanya peningkatan gangguan tidur pada perokok ketimbang non-perokok.
Secara keseluruhan, kualitas tidur yang dipengaruhi oleh usia, berat badan, dan konsumsi minuman beralkohol, tetapi nikotin juga menyumbangkan kecemasan yang mengganggu tidur. "Meskipun tak terkait langsung, tapi ada alasan bahwa efek stumulasi pada nikotin memberi dampak pada terganggunya tidur Anda," imbuhnya.
Untuk itulah Chors menambahkan, bila perokok mengalami masalah tidur, maka solusi terbaik untuk terbebas dari keluhan tersebut adalah berhenti merokok.
Anda perlu mengetahui, bahwa kualitas tidur yang buruk tak hanya sulit tidur nyenyak, tetapi juga menjadi penyebab obesitas, diabetes dan penyakit jantung. Jadi, tunggu apa lagi!
Merokok ternyata bisa membuat kualitas tidur terganggu dan waktu tidurnya pun menjadi lebih pendek.
Bukti tersebut ditemukan dalam sebuah survei terbaru yang dilakukan oleh para ilmuwan dari Jerman terhadap 1.100 perokok.
Hasil survei menunjukkan, bahwa 17 persen perokok mengaku tidur kurang dari enam jam. Sementara, 28 persen mengatakan, mereka tidak mendapatkan kualitas tidur yang baik.
Sedangkan dari 1.200 non-perokok, hanya sekitar tujuh persen di antaranya yang mengalami gangguan tidur.
Stefan Cohrs, peneliti dari Sekolah Kedokteran Charite, Berlin, Jerman mengatakan, penelitian tersebut menunjukkan adanya peningkatan gangguan tidur pada perokok ketimbang non-perokok.
Secara keseluruhan, kualitas tidur yang dipengaruhi oleh usia, berat badan, dan konsumsi minuman beralkohol, tetapi nikotin juga menyumbangkan kecemasan yang mengganggu tidur. "Meskipun tak terkait langsung, tapi ada alasan bahwa efek stumulasi pada nikotin memberi dampak pada terganggunya tidur Anda," imbuhnya.
Untuk itulah Chors menambahkan, bila perokok mengalami masalah tidur, maka solusi terbaik untuk terbebas dari keluhan tersebut adalah berhenti merokok.
Anda perlu mengetahui, bahwa kualitas tidur yang buruk tak hanya sulit tidur nyenyak, tetapi juga menjadi penyebab obesitas, diabetes dan penyakit jantung. Jadi, tunggu apa lagi!
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
HUKUM & HANKAM
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




