Gerindra Yakin Suara Jokowi Jauh di Atas Putaran I
Kamis, 20 September 2012 | 13:21 WIB
Mesin partai politik belum pasti menjadi penentu kemenangan.
Ketua Umum partai Gerindra Suhardi mengatakan, partainya optimis jika perolehan suara pasangan Cagub dan Cawagub Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama atau Jokowi-Ahok akan jauh di atas perolehan saat pemilukada putaran pertama. Menurut Suhardi, jelang putaran kedua, para relawan makin bekerja keras.
"Kami percaya tentu (perolehan pemilukada kedua) sekarang ini akan lebih besar dari kemarin," kata Suhardi di kawasan Muara Karang, hari ini.
Meskipun Jokowi-Ahok secara formal hanya didukung dua partai, Gerindra yakin pendukung mereka bisa lintas partai. Mesin partai politik menurut Suhardi belum pasti menjadi penentu kemenangan. "Banyak yang rela meninggalkan keluarga dan urunan (saweran)," kata dia lagi.
Dia mengatakan, Ahok menjadi bukti bahwa tanpa modal uang yang kuat, seseorang bisa maju menjadi calon kepala daerah. "Saya kira ini cara harus ditularkan ke tempat lain agar (pemilukada) tidak menakutkan kalau tidak kaya raya," kata Suhardi lagi.
Sementara itu, Ketua DPD DKI Jakarta M Taufik mengatakan pada tim Jokowi-Ahok yang bergerak mayoritas relawan yang tidak mengatasnamakan partai. "Ini fenomena rakyat mau membiayai sendiri," kata Taufik.
Relawan yang tercatat kata dia hingga 1.060.000 orang. Namun masih ada relawan yang ikut mensukseskan kampanye di luar jumlah itu.
Ketua Umum partai Gerindra Suhardi mengatakan, partainya optimis jika perolehan suara pasangan Cagub dan Cawagub Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama atau Jokowi-Ahok akan jauh di atas perolehan saat pemilukada putaran pertama. Menurut Suhardi, jelang putaran kedua, para relawan makin bekerja keras.
"Kami percaya tentu (perolehan pemilukada kedua) sekarang ini akan lebih besar dari kemarin," kata Suhardi di kawasan Muara Karang, hari ini.
Meskipun Jokowi-Ahok secara formal hanya didukung dua partai, Gerindra yakin pendukung mereka bisa lintas partai. Mesin partai politik menurut Suhardi belum pasti menjadi penentu kemenangan. "Banyak yang rela meninggalkan keluarga dan urunan (saweran)," kata dia lagi.
Dia mengatakan, Ahok menjadi bukti bahwa tanpa modal uang yang kuat, seseorang bisa maju menjadi calon kepala daerah. "Saya kira ini cara harus ditularkan ke tempat lain agar (pemilukada) tidak menakutkan kalau tidak kaya raya," kata Suhardi lagi.
Sementara itu, Ketua DPD DKI Jakarta M Taufik mengatakan pada tim Jokowi-Ahok yang bergerak mayoritas relawan yang tidak mengatasnamakan partai. "Ini fenomena rakyat mau membiayai sendiri," kata Taufik.
Relawan yang tercatat kata dia hingga 1.060.000 orang. Namun masih ada relawan yang ikut mensukseskan kampanye di luar jumlah itu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
HUKUM & HANKAM
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
INTERNASIONAL
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




