Ayah Siswa SMU 6 Korban Tawuran Pingsan di Makam
Selasa, 25 September 2012 | 13:30 WIB
Para sahabat Alawy berkerumun menangis mengenang almarhum di depan makam.
Isak tangis mewarnai pemakaman korban tawuran, Alawy Yustianto (15), di tempat pemakaman umum Kampung Poncol, Ciledug, Tangerang. Ayah korban, Taury (49), sempat pingsan di depan makam Alawy.
Berdasarkan pantauan Beritasatu.com, proses pemakaman berjalan khusyuk. Para keluarga, kerabat dan sahabat menaburkan bunga dan memanjatkan doa usai jenazah Alawy dimakamkan.
Setelah menabur bunga, para sahabat Alawy berkerumun menangis mengenang almarhum di depan makam.
Sementara itu, Dimas (17), korban luka dalam tawuran antara SMU 6 Jakarta dan SMU 70 Bulungan menuturkan peristiwa penyerangan terjadi begitu saja.
"Kejadiannya tiba-tiba. Pas pulang sekolah. Kayaknya memang mereka sudah siap menyerang," kata Dimas, kepada Beritasatu.com, di rumah duka Alawy Yustianto, Komplek Ciledug Indah II, Jalan Mawar, Blok E10 No.10, hari ini.
Dikatakan Dimas, dia dan teman-temannya memang biasa nongkrong di 7 Eleven Bulungan. "Kita memang biasa nongkrong di Sevel. Tidak tahu, tiba-tiba saja ada yang nyerang. Saya kena balok di bagian pelipis sama punggung. Sepertinya dilempar. Soalnya saya lari," tandasnya.
Untuk diketahui, Alawy Yustianto (15), siswa kelas 1 SMUN 06 Jakarta tewas dalam tawuran dengan SMUN 70 di bilangan Bulungan, Jakarta Selatan, Senin (24/9) lalu.
Alawy ditusuk dengan celurit ketika mencari makan bersama temannya. Dua pelajar SMU O6 lainnya, Faruq dan Dimas mengalami luka-luka dan sempat dirawat di RS Muhammadiyah.
Isak tangis mewarnai pemakaman korban tawuran, Alawy Yustianto (15), di tempat pemakaman umum Kampung Poncol, Ciledug, Tangerang. Ayah korban, Taury (49), sempat pingsan di depan makam Alawy.
Berdasarkan pantauan Beritasatu.com, proses pemakaman berjalan khusyuk. Para keluarga, kerabat dan sahabat menaburkan bunga dan memanjatkan doa usai jenazah Alawy dimakamkan.
Setelah menabur bunga, para sahabat Alawy berkerumun menangis mengenang almarhum di depan makam.
Sementara itu, Dimas (17), korban luka dalam tawuran antara SMU 6 Jakarta dan SMU 70 Bulungan menuturkan peristiwa penyerangan terjadi begitu saja.
"Kejadiannya tiba-tiba. Pas pulang sekolah. Kayaknya memang mereka sudah siap menyerang," kata Dimas, kepada Beritasatu.com, di rumah duka Alawy Yustianto, Komplek Ciledug Indah II, Jalan Mawar, Blok E10 No.10, hari ini.
Dikatakan Dimas, dia dan teman-temannya memang biasa nongkrong di 7 Eleven Bulungan. "Kita memang biasa nongkrong di Sevel. Tidak tahu, tiba-tiba saja ada yang nyerang. Saya kena balok di bagian pelipis sama punggung. Sepertinya dilempar. Soalnya saya lari," tandasnya.
Untuk diketahui, Alawy Yustianto (15), siswa kelas 1 SMUN 06 Jakarta tewas dalam tawuran dengan SMUN 70 di bilangan Bulungan, Jakarta Selatan, Senin (24/9) lalu.
Alawy ditusuk dengan celurit ketika mencari makan bersama temannya. Dua pelajar SMU O6 lainnya, Faruq dan Dimas mengalami luka-luka dan sempat dirawat di RS Muhammadiyah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




