GMT 3 Kumpulkan 600 Karung Sampah Di Pulau Tidung

Selasa, 2 Oktober 2012 | 04:12 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Suasana acara gerakan mulung tidung.
Suasana acara gerakan mulung tidung. (Beritasatu/ Chairul Fikrie)

Sebanyak 1.400 peserta mengikuti acara GMT ke 3 itu.

Keindahan dan daya tarik Pulau Tidung sebagai salah satu obyek wisata pantai dan pulau di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, kini memprihatinkan. Pesisir Pulau Tidung yang indah itu tertutupi oleh sampah yang berasal dari 13 muara sungai di Jakarta.

Sebuah komunitas sosial bernama kakigatel.com bekerja sama dengan Pemda Kepulauan Seribu mengajak masyarakat berbagai kalangan baik pelajar, mahasiswa, masyarakat umum, dan wisatawan luar negeri untuk melakukan kegiatan sosial bernama Gerakan Mulung Tidung (GMT). Kegiatan tersebut sudah 3 kali dilakukan. Kegiatan ke GMT 3 itu diadakan di Tidung, pada 29-30 September lalu.

Sebanyak 1.400 peserta mengikuti acara GMT ke 3 itu. Peserta GMT berangkat dari pelabuhan Bahtera Jaya Ancol pada 29 september.

Peserta GMT 3 itu dibagi dalam 32 kelompok dimana masing-masing kelompok beranggotakan 70-80 orang peserta.

Bartasan Wauran, Ketua Panitia GMT 3, mengatakan kegiatan ini dilakukan karena keprihatinan terhadap kondisi Pulau Tidung yang kotor akibat sampah yang berasal dari daratan Jakarta.

"Kegiatan ini diadakan sebagai wujud keprihatinan kita dengan pulau Tidung yang kotor akibat sampah yang berserakan sepanjang pesisir pantai baik itu di pulau Tidung besar maupun di pulau Tidung kecil. Padahal kalau tidak ada sampah pulau Tidung sangat cocok sebagai tempat pariwisata pantai, karena keindahan pantainya," kata pria yang akrab di panggil Arta itu.

Acara GMT 3 itu berhasil mengumpulkan 600 kantung sampah. Sampah-sampah tersebut nantinya akan diserahkan ke bank sampah, untuk diolah menjadi komoditas perdagangan bagi penduduk di Pulau Tidung.

"Sampah yang diambil adalah sampah yang non organik yang nantinya bisa diolah kembali sebagai barang kerajinan. Kebanyakan sampah rumah tangga, kayak plastik, gabus, bekas sendal, " kata Arta.

Sementara itu, Lurah Pulau Tidung, Benyamin, mengatakan kegiatan yang diselenggarakan ini sangat membantu menjaga kelestarian keindahan pulau Tidung sebagai tempat wisata pantai.

"Saya mewakili masyarakat Pulau Tidung sangat berterimakasih kepada panitia GMT 3 dan seluruh peserta GMT, karena dengan kegiatan ini sangat membantu membersihkan Pulau Tidung dari sampah yang berserakan di sepanjang pesisir, " kata Benyamin.

Selain keindahan pantai, Tidung terkenal juga karena adanya mitos Jembatan Cinta, yang juga menjadi daya tarik utama pulau itu.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon