Blogger China Minta Maaf Karena Ancam Membunuh Federer
Rabu, 10 Oktober 2012 | 17:15 WIB
"Saya tidak ditahan," tulisnya, dalam situs yang sama, di mana ancaman sebelumnya juga masih terlihat.
Seorang blogger China yang menulis ancaman kematian pada Roger Federer menyatakan permintaan maaf, Selasa (9/10), dan tidak ditahan walau telah menulis, bersumpah untuk "membunuh" petenis peringkat satu dunia itu dalam situs terpopuler di negeri itu, Baidu.com.
"Blue Cat Polytheistic Religion Founder 07", begitu nama pena blogger itu, mengancam Federer sebelum tiba di China untuk bertanding, sehingga panitia penyelenggara meningkatkan level keamanan di Shanghai Masters, yang dimulai pada Minggu.
"Saya tidak ditahan," tulisnya dalam situs yang sama, di mana ancaman sebelumnya juga masih terlihat.
"Saya mengambil inisiatif untuk menghubungi orang-orang yang relevan untuk meminta maaf," demikian pesannya yang ditulis sekitar Selasa siang, waktu setempat.
Pesan ancamannya berbunyi, "Pada 6 Oktober, saya berencana untuk membunuh Federer dengan tujuan memusnahkan (olahraga) tenis."
Sang pengguna internet mencantumkan gambar seseorang seperti Federer yang sedang berlutut di lapangan tenis, sedangkan di sampingnya berdiri seorang algojo dengan memegang kapak.
Panitia penyelenggara Shanghai Masters mengatakan pada pekan lalu menjelang kompetisi, memperlakukan ancaman ini dengan "serius," sedangkan Federer sendiri menyebut hal itu sebagai "gangguan" setelah tiba di daerah pusat komersial China tersebut.
"Tentu saja hal itu merupakan sedikit gangguan, tidak diragukan lagi. Itu merupakan sesuatu yang sangat kecil di situs internet, tidak ada yang jelas," kata Federer.
Istri Federer serta dua putri kembarnya tidak ikut ke China, namun disebutnya keputusan itu tidak ada kaitannya dengan ancaman tersebut.
Federer dikelilingi selusin petugas keamanan dengan pakaian gelap yang selalu siaga di sekitar lapangan, ketika ia berlatih pada Selasa. Pertandingan pertamanya akan dilangsungkan pada Rabu.
Seorang juru bicara kepolisian Shanghai pada Rabu menolak untuk mengomentari kasus ini.
Pada 1993, bekas petenis putri peringkat satu dunia, Monica Seles, ditusuk oleh seorang penggemarnya pada pertandingan di Hamburg, Jerman.
Seorang blogger China yang menulis ancaman kematian pada Roger Federer menyatakan permintaan maaf, Selasa (9/10), dan tidak ditahan walau telah menulis, bersumpah untuk "membunuh" petenis peringkat satu dunia itu dalam situs terpopuler di negeri itu, Baidu.com.
"Blue Cat Polytheistic Religion Founder 07", begitu nama pena blogger itu, mengancam Federer sebelum tiba di China untuk bertanding, sehingga panitia penyelenggara meningkatkan level keamanan di Shanghai Masters, yang dimulai pada Minggu.
"Saya tidak ditahan," tulisnya dalam situs yang sama, di mana ancaman sebelumnya juga masih terlihat.
"Saya mengambil inisiatif untuk menghubungi orang-orang yang relevan untuk meminta maaf," demikian pesannya yang ditulis sekitar Selasa siang, waktu setempat.
Pesan ancamannya berbunyi, "Pada 6 Oktober, saya berencana untuk membunuh Federer dengan tujuan memusnahkan (olahraga) tenis."
Sang pengguna internet mencantumkan gambar seseorang seperti Federer yang sedang berlutut di lapangan tenis, sedangkan di sampingnya berdiri seorang algojo dengan memegang kapak.
Panitia penyelenggara Shanghai Masters mengatakan pada pekan lalu menjelang kompetisi, memperlakukan ancaman ini dengan "serius," sedangkan Federer sendiri menyebut hal itu sebagai "gangguan" setelah tiba di daerah pusat komersial China tersebut.
"Tentu saja hal itu merupakan sedikit gangguan, tidak diragukan lagi. Itu merupakan sesuatu yang sangat kecil di situs internet, tidak ada yang jelas," kata Federer.
Istri Federer serta dua putri kembarnya tidak ikut ke China, namun disebutnya keputusan itu tidak ada kaitannya dengan ancaman tersebut.
Federer dikelilingi selusin petugas keamanan dengan pakaian gelap yang selalu siaga di sekitar lapangan, ketika ia berlatih pada Selasa. Pertandingan pertamanya akan dilangsungkan pada Rabu.
Seorang juru bicara kepolisian Shanghai pada Rabu menolak untuk mengomentari kasus ini.
Pada 1993, bekas petenis putri peringkat satu dunia, Monica Seles, ditusuk oleh seorang penggemarnya pada pertandingan di Hamburg, Jerman.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




