Dikembangkan, Tikus-tikus Kecil Khusus Pencari Ranjau

Selasa, 16 Oktober 2012 | 10:11 WIB
DF
BA
Penulis: Daily Mail/ Nadia Felicia | Editor: B1
Ilustrasi tikus
Ilustrasi tikus (Daily Mail.)
Sel-sel penciumannya dimodifikasi agar 500 kali lebih sensitif dan ingin mencari bahan peledak.

Sekelompok peneliti di City University of New York, Amerika Serikat (AS) merekayasa indra penciuman tikus-tikus kecil secara genetik agar bisa digunakan untuk mencari ranjau di lokasi-lokasi bekas peperangan.

Para tikus ini dibuat dan dikembangkan agar daya penciumannya 500 kali lebih sensitif dan dilatih untuk mencari bahan peledak.

Para tikus khusus yang diberi nama HeroRAT ini pun diperlengkapi dengan chip di bawah kulitnya supaya bisa memberitahu penjinak bom bila menemukan bahan peledak yang disembunyikan.

Di masa depan, para tikus ini akan ditugaskan ke negara-negara bekas peperangan untuk mengendus dan menemukan ranjau-ranjau yang tersisa agar bisa dinon-aktifkan oleh manusia dengan aman dan tidak melukai siapa pun.

Proyek yang didanai oleh pemerintah AS ini mungkin terdengar unik, namun ini bukan kali pertama tikus digunakan untuk mencari bahan peledak.

Sebuah badan amal asal Belgia pernah menggunakan tikus raksasa Afrika untuk mencari TNT dan menggunakannya dalam tugas di Mozambik, Tanzania, serta perbatasan Thailand-Birma untuk mencari bahan peledak yang tersembunyi.

Meski HeroRAT sangat baik dalam melakukan tugasnya, butuh waktu 9 bulan untuk melatih mereka agar bisa mengenali bau TNT.

Mengenai penggunaan tikus kecil sebagai bala bantuan pencari ranjau, salah satu peneliti, Charlotte D'Hulst mengatakan, "Tikus-tikus besar memang efektif, tetapi tikus-tikus kecil punya beberapa keuntungan tambahan sebagai tenaga pencari ranjau. Tikus kecil lebih murah untuk diajarkan, diternakkan, dan dipelihara."

Sebagai tambahan lagi, lebih mudah untuk "memodifikasi" sel-sel kunci pada penciuman tikus kecil.

Diharapkan, ke depannya, ketika para tikus kecil ini sudah punya daya penciuman yang sensitif terhadap bahan peledak, mereka tak perlu lagi dilatih dan secara alami mencari aroma bahan peledak.

Chip yang ditanam di dalam tubuhnya dibuat untuk mendeteksi perubahan sikap yang mengindikasikan mereka berhasil menemukan ranjau, lalu kemudian para ahli peledak bisa turun tangan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon