Penyidik Prancis Interogasi Janda Yasser Arafat
Rabu, 17 Oktober 2012 | 18:55 WIB
Bersama pakar radioaktif dari Swiss akan menggelar penyelidikan di makam Arafat
Penyidik Prancis menginterogasi Suha, istri Yasser Arafat, dalam lanjutan penyelidikan dugaan pembunuhan mantan pemimpin Palestina tersebut, demikian kata seorang sumber yang menolak identitasnya diungkap.
Pengadilan Prancis pada Agustus silam, memang memutuskan untuk membuka kembali kasus kematian Arafat setelah keluarga almarhum mengajukan gugatan hukum. Upaya hukum itu diambil setelah sebuah laporan menyebutkan bahwa Arafat tewas setelah diracun dengan polonium di Paris pada 2004.
Sumber tersebut mengatakan Suha, yang merupakan warga negara Malta, telah bertemu dengan para penyidik Prancis di Nanterre, Paris, tempat gugatan dari keluarga Arafat didaftarkan.
Para penyidik Prancis dikabarkan akan tiba di Ramallah, Tepi Barat, pada 26 November mendatang. Di tempat itu Arafat dimakamkan. Penyidik Prancis bersama pakar radioaktif dari Swiss akan menggelar penyelidikannya di makam Arafat.
Keluarga Arafat telah menyetujui penggalian kembali makam itu dalam rangka penyelidikan.
Arafat tewas di rumah sakit militer Prancis dekat Paris pada 11 November 2004. Para dokter Prancis tidak bisa menjelaskan apa penyebab kematiannya tetapi warga Palestina yakin dia diracun Israel.
Prancis memutuskan untuk menggelar penyelidikan setelah saluran televisi Al-Jazeera menayangkan sebuah program investigasi yang di dalamnya seorang pakar Swiss mengatakan ia menemukan kandungan zat radioaktif polonium pada diri Arafat.
Polonium adalah zat yang sangat beracun yang sangat sukar ditemukan selain dalam lingkungan milliter dan kepentingan ilmiah. Zat yang sama pernah digunakan untuk membunuh bekas mata-mata Russia yang membelot, Alexander Litvinenko pada 2006.
Penyidik Prancis menginterogasi Suha, istri Yasser Arafat, dalam lanjutan penyelidikan dugaan pembunuhan mantan pemimpin Palestina tersebut, demikian kata seorang sumber yang menolak identitasnya diungkap.
Pengadilan Prancis pada Agustus silam, memang memutuskan untuk membuka kembali kasus kematian Arafat setelah keluarga almarhum mengajukan gugatan hukum. Upaya hukum itu diambil setelah sebuah laporan menyebutkan bahwa Arafat tewas setelah diracun dengan polonium di Paris pada 2004.
Sumber tersebut mengatakan Suha, yang merupakan warga negara Malta, telah bertemu dengan para penyidik Prancis di Nanterre, Paris, tempat gugatan dari keluarga Arafat didaftarkan.
Para penyidik Prancis dikabarkan akan tiba di Ramallah, Tepi Barat, pada 26 November mendatang. Di tempat itu Arafat dimakamkan. Penyidik Prancis bersama pakar radioaktif dari Swiss akan menggelar penyelidikannya di makam Arafat.
Keluarga Arafat telah menyetujui penggalian kembali makam itu dalam rangka penyelidikan.
Arafat tewas di rumah sakit militer Prancis dekat Paris pada 11 November 2004. Para dokter Prancis tidak bisa menjelaskan apa penyebab kematiannya tetapi warga Palestina yakin dia diracun Israel.
Prancis memutuskan untuk menggelar penyelidikan setelah saluran televisi Al-Jazeera menayangkan sebuah program investigasi yang di dalamnya seorang pakar Swiss mengatakan ia menemukan kandungan zat radioaktif polonium pada diri Arafat.
Polonium adalah zat yang sangat beracun yang sangat sukar ditemukan selain dalam lingkungan milliter dan kepentingan ilmiah. Zat yang sama pernah digunakan untuk membunuh bekas mata-mata Russia yang membelot, Alexander Litvinenko pada 2006.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Perbaiki Tanggul Irigasi Makam, Warga Palopo Temukan Granat Nanas
SULAWESI SELATAN
ARTIKEL TERPOPULER
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Mallorca vs Real Madrid 2-1, Muriqi Beri Pil Pahit ke Los Blancos




