Sumbar Siapkan Dana Bunuh Anjing Liar
Kamis, 25 Oktober 2012 | 00:15 WIB
Eliminasi pada anjing liar yang berkeliaran karena menyebarkan virus rabies.
Pemerintah Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, menyediakan dana Rp 30 juta untuk memusnahkan anjing liar guna mencegah penyakit rabies.
"Dana tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun 2012," kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Bukittinggi, Melwizardi yang didampingi Kabid Pertanian dan Peternakan Edi Arma di Bukittinggi, Rabu.
Menurut dia, pihaknya selalu mengalokasikan dana untuk pemusnahan ajing liar di APBD karena telah menjadi kegiatan rutin setiap tahunnya.
Dia menyebutkan, pemusnahan ajing liar tersebut dijadwalkan pada minggu kedua atau ketiga November ini.
"Sosialisasi kegiatan pemusnahan anjing liar telah dilaksanakan yang bekerja sama dengan pihak kelurahan beserta RT," kata dia.
Kegitan pemusnahan (eliminasi) hewan liar akan dilakukan malam hari dengan melibatkan anggota Satpol PP, Dinas Pertanian dan Peternakan, Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Sub Den POM serta anggota Kodim 0304 Agam-Bukittinggi.
"Sepanjang tahun 2012 Dinas Pertanian dan Peternakan menemukan satu kasus penyakit rabies di mana dialami seorang warga Tarok," kata dia.
Data Dinas Pertanian dan Peternakan, pada program eliminasi 2009 telah berhasil memusnahkan sebanyak 105 ekor anjing liar.
Sedangkan tahun 2010, hewan liar berhasil dimusnahkan sebanyak 60 ekor. Pemusnahan hewan liar pada tahun 2010 dibanding tahun 2009 berkurang, lantaran tingkat warga dalam memelihara anjing berkurang.
"Di tahun 2011 pada program eliminasi hanya berhasil memusnahkan beberapa hewan liar jenis anjing," kata dia.
Mengantisipasi rabies di Bukittinggi, kata dia, pihaknya telah melakukan sosialisasi ke masyarakat yang memelihara hewan peliharaan (anjing) agar melakukan vaksin pada hewan mereka.
"Sosialisasi dilakukan dengan cara pengumuman langsung, melalui spanduk dan stiker-stiker. Vaksinasi hewan bertahan selama satu tahun, dan setiap tahun harus dilakukan vaksinasi lagi," katanya.
Dia mengatakan, eliminasi difokuskan pada anjing liar yang berkeliaran, karena berpotensi menyebarkan virus rabies.
Pemerintah Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, menyediakan dana Rp 30 juta untuk memusnahkan anjing liar guna mencegah penyakit rabies.
"Dana tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun 2012," kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Bukittinggi, Melwizardi yang didampingi Kabid Pertanian dan Peternakan Edi Arma di Bukittinggi, Rabu.
Menurut dia, pihaknya selalu mengalokasikan dana untuk pemusnahan ajing liar di APBD karena telah menjadi kegiatan rutin setiap tahunnya.
Dia menyebutkan, pemusnahan ajing liar tersebut dijadwalkan pada minggu kedua atau ketiga November ini.
"Sosialisasi kegiatan pemusnahan anjing liar telah dilaksanakan yang bekerja sama dengan pihak kelurahan beserta RT," kata dia.
Kegitan pemusnahan (eliminasi) hewan liar akan dilakukan malam hari dengan melibatkan anggota Satpol PP, Dinas Pertanian dan Peternakan, Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Sub Den POM serta anggota Kodim 0304 Agam-Bukittinggi.
"Sepanjang tahun 2012 Dinas Pertanian dan Peternakan menemukan satu kasus penyakit rabies di mana dialami seorang warga Tarok," kata dia.
Data Dinas Pertanian dan Peternakan, pada program eliminasi 2009 telah berhasil memusnahkan sebanyak 105 ekor anjing liar.
Sedangkan tahun 2010, hewan liar berhasil dimusnahkan sebanyak 60 ekor. Pemusnahan hewan liar pada tahun 2010 dibanding tahun 2009 berkurang, lantaran tingkat warga dalam memelihara anjing berkurang.
"Di tahun 2011 pada program eliminasi hanya berhasil memusnahkan beberapa hewan liar jenis anjing," kata dia.
Mengantisipasi rabies di Bukittinggi, kata dia, pihaknya telah melakukan sosialisasi ke masyarakat yang memelihara hewan peliharaan (anjing) agar melakukan vaksin pada hewan mereka.
"Sosialisasi dilakukan dengan cara pengumuman langsung, melalui spanduk dan stiker-stiker. Vaksinasi hewan bertahan selama satu tahun, dan setiap tahun harus dilakukan vaksinasi lagi," katanya.
Dia mengatakan, eliminasi difokuskan pada anjing liar yang berkeliaran, karena berpotensi menyebarkan virus rabies.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
TNI Gelar Gladi Resik Sambut Jenazah Mayor Zulmi di Rumah Duka




