Ratusan Orang Geruduk Kedubes Malaysia Kecam Pemerkosaan WNI

Jumat, 16 November 2012 | 18:25 WIB
RW
B
Sejumlah aktivis  dari Perhimpunan Indonesia untuk Buruh Migrant Berdaulat (Migrant Care)  saat berunjuk rasa di depan Kedubes Malaysia di  Jakarta. FOTO: Safir Makki/ JAKARTA GLOBE
Sejumlah aktivis dari Perhimpunan Indonesia untuk Buruh Migrant Berdaulat (Migrant Care) saat berunjuk rasa di depan Kedubes Malaysia di Jakarta. FOTO: Safir Makki/ JAKARTA GLOBE
Kedutaan Besar (Kedubes) Malaysia di Indonesia kembali menjadi sasaran amuk masyarakat Indonesia.

Mereka geram atas peristiwa pemerkosaan yang dialami oleh warga negara Indonesia (WNI) pada pekan lalu.

Dua kelompok masyarakat yang melakukan demonstrasi hari ini tersebut adalah Migrant Care dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).

Ratusan aktivis Migrant Care sekaligus membawa belasan mantan tenaga kerja Indonesia (TKI) perempuan beserta keluarga TKI yang tengah bekerja di Malaysia. Mereka membawa spanduk bertuliskan "Ganyang Malaysia", "Save TKI, Save Indonesia", dan "Hukum Seberat-beratnya Polisi Malaysia".

Dalam orasinya, seorang aktivis Migrant Care mengatakan tidak ada satu pun persoalan hukum yang menimpa TKW Indonesia yang diselesaikan secara tuntas oleh Polis Diraja Malaysia.

"Ini sudah enggak bisa ditolerir. Mereka rendahkan derajat dan martabat kita sebagai manusia. Sebagai anggota PBB, Malaysia seharusnya tahu sudah melakukan kejahatan kemanusian," kata Jo, sapaan aktivis tersebut, di depan Kedubes Malaysia, Jakarta Selatan, Jumat (16/11).

Selain melakukan orasi, para pendemo juga melakukan aksi teatrikal. Sebanyak tiga orang berperan sebagai personel Polis Diraja Malaysia yang telah memperkosa korbannya. Tangan mereka diikat dan diperintahkan untuk jongkok. Anggota pendemo lainnya meneriakkan agar ketiga polisi tersebut dibunuh.

Di tempat yang sama, puluhan aksi mahasiswa GMNI lintas komisariat Jakarta Timur melakukan aksi mereka dengan menginjak-injak dan meludahi bendera Malaysia.

Seperti diberitakan sebelumnya, salah seorang WNI perempuan berusia 25 tahun dilaporkan telah diperkosa oleh tiga orang personel Polis Diraja Malaysia.

Perempuan malang itu diperkosa di kantor polisi oleh tiga polisi dari Bukit Mertajam, Pulau Penang itu, pada pukul 06.00 waktu setempat, Jumat (9/11) lalu.

Polisi pelaku perkosaan, menahan WNI tersebut lantaran tidak membawa paspor dan hanya membawa fotokopinya. Kasus pemerkosaan ini sendiri sudah dilaporkan, lengkap dengan kesaksian dari seorang supir taksi bernama Tan.

Namun di Indonesia, peristiwa ini yang kemudian juga diikuti kasus serupa di lokasi lain di Malaysia, memicu reaksi keras dari berbagai kalangan.


Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon